Bittime - Komunitas Aave DAO, pengelola salah satu platform keuangan terdesentralisasi (DeFi) terbesar, sedang bersitegang dengan MakerDAO, pemimpin di bidang stablecoin. Perselisihan ini dikhawatirkan bisa memecah belah dunia DeFi.
Dalam dua bulan terakhir, Aave DAO mengambil beberapa langkah kontroversial yang dianggap memprioritaskan kepentingan internal mereka. Contohnya, Aave memutus kerja sama dengan Gauntlet, perusahaan manajemen risiko, karena dicurigai bekerja sama dengan kompetitor.
Cek Market Crypto Hari Ini:
Mereka juga membuat tim khusus untuk berinteraksi dengan DAO lain di Arbitrum, dan baru-baru ini, mereka mengecualikan pengguna Morpho Aave dari program bagi-bagi token gratis (airdrop).
Morpho Aave adalah platform yang dibangun di atas Aave, namun dianggap Aave DAO sebagai kompetitor karena menarik pengguna dan keuntungan.
Baca juga: Apa itu Aave? Pelopor Platform DeFi
Terbaru, Aave DAO mengusulkan pengurangan nilai agunan (loan-to-value ratio) untuk DAI, stablecoin milik MakerDAO, menjadi 0%. Artinya, DAI tidak bisa lagi digunakan sebagai jaminan untuk meminjam aset kripto di Aave.
Banyak pihak khawatir langkah Aave ini akan membuat DeFi terbagi menjadi "kebun-kebun" yang terisolasi, dimana platform saling menutup diri dan tidak lagi bekerja sama.
Keputusan Aave ini dipicu oleh usulan kontroversial dari MakerDAO sendiri. MakerDAO berencana mengalokasikan dana hingga $1 miliar untuk membeli USDe dan sUSDe, dua stablecoin baru yang diterbitkan oleh Ethena. Keputusan ini dianggap berisiko oleh Aave.
Baca Juga Cara Beli Crypto:
Pendiri Aave, Stani Kulechov, bahkan menyarankan agar Aave sama sekali tidak lagi mendukung DAI. Akibatnya, Aave DAO pun mengusulkan agar Spark, platform pinjaman yang terhubung dengan MakerDAO, dicap sebagai "tidak selaras" dengan Aave. Ini artinya pengguna Spark tidak lagi bisa menerima airdrop dari Aave DAO.
Para pelaku di dunia DeFi lain cemas dengan perselisihan ini. Mereka khawatir hilangnya kerja sama antara platform DeFi besar bisa merugikan semua pihak.
Baca juga: Apa Itu DeFi?
"DeFi seharusnya saling mendukung dan memastikan tidak ada yang bertindak ceroboh. Kerugian yang terjadi jika DeFi terpecah belah akan sangat besar," kata Martin Köppelmann, salah satu pendiri Gnosis, platform DeFi lain.
Cek Harga Crypto Hari Ini:
Analis dari Blockworks, Matt Fiebach, berpendapat bahwa terpecahnya DeFi menjadi "kebun-kebun" yang terisolasi akan menjadi bencana.
Cara Beli Crypto di Bittime
Kamu bisa beli dan jual aset crypto dengan cara yang mudah dan aman melalui Bittime. Bittime adalah satu aplikasi kripto terbaik di Indonesia yang sudah resmi terdaftar Bappebti.
Untuk bisa beli aset crypto di Bittime, pastikan kamu telah melakukan registrasi dan menyelesaikan verifikasi identitas. Selain itu, pastikan juga kalau kamu punya saldo yang cukup dengan melakukan deposit sejumlah dana ke wallet. Sekadar informasi, minimal pembelian aset di Bittime adalah Rp10.000. Setelah itu, barulah kamu bisa melakukan pembelian aset crypto di aplikasi.
Belajar Panduan Lengkap Cara Beli Crypto di Bittime.
Pantau pergerakan grafik harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL) dan kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Baca juga:
Staking Aave (AAVE): Panduan Lengkap untuk Pemula dan Investor Berpengalaman
Prediksi AAVE Menurut Akademi Crypto
Apa Itu Maker Protocol (MakerDAO)?
Apa Itu Maker Protocol (MakerDAO)?
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Bittime tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.