Bittime – Dunia kripto kembali dihebohkan dengan berita tak terduga. Peretas yang bertanggung jawab atas pencurian fenomenal senilai $320 juta dari jembatan Wormhole pada tahun 2022, sempat diindikasikan memenuhi syarat untuk mengikuti airdrop terbaru Wormhole!
Menurut penelusuran peneliti anonim Pland yang dipublikasikan pada 4 April lalu, tim Wormhole tampaknya lupa mengecualikan sejumlah alamat wallet yang terkait dengan peretasan tersebut.
Padahal, peretasan ini mengakibatkan kerugian $321 juta aset kripto yang dicuri dari jembatan lintas-rantai Wormhole.
Ada 4 Alamat Wallet yang Jadi Hacker?
Data dari Airdrop.link, pengecek airdrop berbasis Solana, yang kemudian dikutip oleh Degen News pada 4 April, memperkuat temuan Pland.
Sebanyak empat alamat wallet yang terkait dengan peretasan tersebut, untuk sementara, terdaftar memenuhi syarat untuk mengklaim airdrop Wormhole.
Jika peretas tersebut benar-benar mengklaim airdrop, mereka bisa mendapatkan sekitar 31.642 token Wormhole (W) senilai $50.000 (kurs saat ini).
Cointelegraph mencoba melakukan verifikasi independen terhadap alamat wallet tersebut di Airdrop.link.
Namun, tim Cointelegraph menemukan bahwa alamat-alamat tersebut kini sudah tidak lagi memenuhi syarat, mengindikasikan bahwa tim Wormhole mungkin telah menutup celah keamanan ini.
Cek Market Crypto Hari Ini:
Seluruh Hacker Masuk Syarat Penerima Airdrop Wormhole
Berdasarkan penjelajah blok Solana, Solana.fm, keempat alamat wallet yang sempat memenuhi syarat tersebut memang ditandai terkait dengan peretasan Wormhole di tahun 2022.
Sebagai kilas balik, jembatan Wormhole pernah menjadi korban peretasan besar-besaran senilai $321 juta pada Februari 2022. Peristiwa ini menjadi salah satu peretasan terbesar dalam sejarah industri kripto.
Namun, pada Februari 2023, firma infrastruktur Web3, Jump Crypto, dan platform keuangan terdesentralisasi (DeFi), Oasis.app, berhasil melakukan "counter exploit" terhadap peretas protokol Wormhole.
Kedua firma tersebut berhasil menarik kembali total $225 juta aset digital dari peretas Wormhole dan kemudian mengembalikannya ke dompet yang aman.
Pada 3 April, Wormhole mengumumkan airdrop token Wormhole (W) barunya senilai lebih dari 675 juta token, atau sekitar $850 juta (kurs saat ini), kepada pengguna yang memenuhi syarat.
Baca Juga Cara Beli Crypto:
Analisa Kejadian dan Dampak
Insiden peretas Wormhole yang sempat memenuhi syarat untuk airdrop Wormhole terbaru memunculkan beberapa pertanyaan mendasar.
1. Kelalaian atau Strategi?
Tim Wormhole belum memberikan pernyataan resmi terkait hal ini. Ada kemungkinan ini adalah kelalaian tim Wormhole dalam mengecualikan alamat wallet yang terkait dengan peretasan.
Namun, tidak menutup kemungkinan ini adalah strategi yang disengaja. Mungkin saja tim Wormhole ingin memancing peretas untuk mengklaim airdrop, sehingga memungkinkan pelacakan dan identifikasi peretas tersebut.
2. Reputasi Wormhole dan Dampak pada Airdrop
Berita peretas yang sempat bisa mengikuti airdrop ini, meskipun pada akhirnya tidak jadi, dapat berdampak negatif pada reputasi Wormhole. Pengguna kripto mungkin mempertanyakan kredibilitas dan keamanan protokol Wormhole.
Selain itu, potensi peretas yang jahat untuk mengeklaim airdrop yang tidak seharusnya mereka dapatkan dapat mengurangi minat dan kepercayaan pengguna terhadap airdrop Wormhole.
Baca Juga: Terobosan Hukum! Rumor Kesepakatan Ripple-SEC Buka Jalan XRP untuk Meroket?
3. Keamanan dan Masa Depan Wormhole
Insiden ini menjadi sorotan penting bagi tim Wormhole untuk meningkatkan keamanan platform mereka. Penerapan mekanisme audit dan pengecekan yang lebih ketat untuk mencegah hal serupa terulang perlu menjadi prioritas.
Kepercayaan pengguna adalah modal utama bagi Wormhole untuk bisa terus beroperasi dan berkembang di masa depan.
Kesimpulan
Peristiwa peretas Wormhole yang sempat bisa mengikuti airdrop Wormhole terbaru menjadi kasus menarik yang perlu dipelajari. Meskipun pada akhirnya celah keamanan tersebut telah ditutup, insiden ini menegaskan pentingnya keamanan dan kredibilitas dalam ekosistem kripto.
Para pengembang proyek kripto perlu senantiasa waspada dan menerapkan langkah-langkah keamanan yang komprehensif.
Cara Beli Crypto di Bittime
Kamu bisa beli dan jual aset crypto dengan cara yang mudah dan aman melalui Bittime. Bittime adalah satu aplikasi kripto terbaik di Indonesia yang sudah resmi terdaftar Bappebti.
Untuk bisa beli aset crypto di Bittime, pastikan kamu telah melakukan registrasi dan menyelesaikan verifikasi identitas. Selain itu, pastikan juga kalau kamu punya saldo yang cukup dengan melakukan deposit sejumlah dana ke wallet. Sekadar informasi, minimal pembelian aset di Bittime adalah Rp10.000. Setelah itu, barulah kamu bisa melakukan pembelian aset crypto di aplikasi. Belajar Panduan Lengkap Cara Beli Crypto di Bittime.
Pantau pergerakan grafik harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL) dan kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Baca Juga:
5 Aset Kripto Berpotensi Cuan 300% saat Halving Bitcoin
Token W Wormhole Meluncur, Ini yang Harus Kamu Tahu!
Wormhole (W) Hadir di Kraken, Trading Dibuka 3 April!
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apa pun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Bittime tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.