Bittime - Dunia cryptocurrency kembali diliputi ketidakpastian terkait status regulasi Ethereum (ETH), aset kripto terbesar kedua setelah Bitcoin (BTC). Pertanyaan mendasar yang ada di benak banyak orang adalah Akankah Ethereum diklasifikasikan sebagai efek (security) atau komoditas?
Pandangan Coinbase dan Kurangnya Regulasi Kripto yang Jelas di AS
Kepala Bagian Keuangan (CFO) Coinbase, Alesia Haas sebuah exchange kripto terkemuka, berpendapat bahwa Ethereum (ETH) kemungkinan besar tidak akan dikategorikan sebagai efek.
Ia mendasarkan pandangannya pada pernyataan SEC (Securities and Exchange Commission) dan CFTC (Commodity Futures Trading Commission) di masa lalu yang menyatakan hal serupa.
Haas menekankan bahwa ketidakjelasan regulasi kripto di Amerika Serikat menjadi akar permasalahan klasifikasi aset kripto.
Ia menyerukan kerangka regulasi yang “jelas, adil, dan terapan”. Menurutnya, regulasi yang transparan akan lebih melindungi konsumen dan perusahaan seperti Coinbase.
Regulasi yang lebih jelas juga akan membantu Coinbase memahami bagaimana cara memperkenalkan produk yang patuh aturan di AS.
Cek Market Crypto Hari Ini:
SEC dan Upaya Pemberian Definisi terhadap ETH sebagai Efek
Laporan dari Fortune pada 20 Maret 2024 mengindikasikan upaya SEC untuk mendefinisikan Ethereum (ETH) sebagai efek.
Beberapa perusahaan di AS dilaporkan menerima panggilan pengadilan (subpoena) dari SEC yang mengidentifikasi ETH sebagai efek berdasarkan peralihannya ke mekanisme proof-of-stake, menurut tiga sumber anonim.
Sumber yang sama juga menyebutkan bahwa SEC diduga berada di balik penyelidikan terhadap Ethereum Foundation yang baru-baru ini diluncurkan oleh otoritas negara bagian yang tidak disebutkan namanya.
Baik perusahaan maupun pihak regulator belum mengonfirmasi kebenaran terkait panggilan pengadilan atau penyelidikan tersebut.
Baca Juga: Lembaga Keuangan Terjun ke Bitcoin! Prospek ETF Bikin Harga BTC Siap Terbang Tinggi
Dampak Status Ethereum terhadap Produk Kripto di AS
Status Ethereum, apakah sebagai efek atau komoditas, sangatlah krusial karena dapat memengaruhi produk kripto yang ditawarkan di Amerika Serikat.
Pertama, status Ethereum (ETH) akan menentukan apakah ETF (Exchange Traded Fund) Ethereum akan diperlakukan sama seperti ETF Bitcoin.
Kedua, status tersebut juga akan berdampak pada kemampuan Special Purpose Broker-Dealer (Pialang-Penjual Khusus) untuk bekerja dengan ETH, sebagaimana yang terjadi pada kasus Prometheum.
Coinbase sendiri tengah menghadapi kasus SEC yang sedang berlangsung terhadap beberapa produknya. Meskipun kasus ini membahas ETH di beberapa area, termasuk staking, namun tidak secara eksplisit menyatakan bahwa ETH adalah sebuah efek.
Baca Juga Cara Beli Crypto:
Perdebatan Klasifikasi: Proof-of-Work vs Proof-of-Stake
Pergeseran Ethereum dari mekanisme proof-of-work ke proof-of-stake menjadi salah satu pemicu perdebatan klasifikasi ini.
Sistem proof-of-work, yang sebelumnya digunakan oleh Ethereum, mengharuskan penambang (miner) untuk memecahkan teka-teki kriptografi yang kompleks untuk memvalidasi transaksi dan menambahkan blok baru ke blockchain.
Dalam mekanisme proof-of-stake, validator mengunci sejumlah ETH mereka sebagai jaminan (stake) untuk berpartisipasi dalam proses verifikasi transaksi.
Para validator ini dipilih berdasarkan jumlah ETH yang mereka staking. Sistem ini dianggap lebih hemat energi dibandingkan proof-of-work.
Para pendukung klasifikasi ETH sebagai komoditas berargumen bahwa peralihan ke proof-of-stake membuat ETH lebih mirip dengan komoditas seperti emas.
Emas memiliki nilai intrinsik dan tidak bergantung pada kinerja pihak ketiga mana pun. Demikian pula dengan Ethereum (ETH) di bawah mekanisme proof-of-stake.
Di sisi lain, pihak yang berpendapat ETH adalah efek berpendapat bahwa staking mirip dengan investasi pada saham atau obligasi. Para validator yang melakukan staking mengharapkan imbalan berupa keuntungan.
Baca Juga: Pesta Bitcoin Miners Jelang Halving: Pendapatan Tembus $2 Miliar, Simak Penjelasannya!
Ketidakpastian dan Harapan Regulasi Kripto
Ketidakjelasan status regulasi Ethereum menimbulkan ketidakpastian bagi para pelaku di industri kripto. Perusahaan kripto dihadapkan pada kesulitan dalam mematuhi regulasi yang belum ditetapkan secara jelas. Selain itu, investor juga menjadi waspada karena status Ethereum (ETH) yang belum pasti dapat memengaruhi nilai aset tersebut.
Para pelaku industri kripto berharap akan adanya regulasi kripto yang komprehensif di Amerika Serikat. Regulasi yang jelas akan memberikan kepastian hukum dan mendorong pertumbuhan industri kripto yang sehat.
Regulasi yang ideal tidak hanya akan memberikan kejelasan tentang klasifikasi aset kripto seperti Ethereum, tetapi juga mengatur berbagai aktivitas terkait kripto, seperti perdagangan, staking, dan Initial Coin Offering (ICO).
Kesimpulan
Masa depan regulasi Ethereum (ETH) di Amerika Serikat masih belum pasti. Pandangan dari pihak-pihak yang berkepentingan, seperti Coinbase dan SEC, menunjukkan adanya perbedaan interpretasi.
Diperlukan regulasi kripto yang komprehensif untuk memberikan kepastian hukum dan mendorong pertumbuhan industri kripto yang sehat.
Cek Harga Crypto Hari Ini:
Cara Membeli Ethereum (ETH) di Bittime
Kamu bisa beli dan jual Ethereum (ETH) dengan cara yang mudah dan aman melalui Bittime. Bittime adalah satu aplikasi kripto terbaik di Indonesia yang sudah resmi terdaftar Bappebti.
Ethereum (ETH) tersedia di Bittime dengan market pair ETH/IDR. Untuk bisa beli ETH/IDR di Bittime pastikan kamu telah melakukan registrasi dan menyelesaikan verifikasi identitas. Selain itu, pastikan juga kalau kamu punya saldo yang cukup dengan melakukan deposit sejumlah dana ke wallet. Sekadar informasi, minimal pembelian aset di Bittime adalah Rp10.000. Setelah itu, barulah kamu bisa melakukan pembelian aset crypto di aplikasi.
Belajar Panduan lengkap cara beli Ethereum (ETH) di Bittime.
Pantau pergerakan grafik harga Ethereum (ETH), Ethereum (ETH), Solana (SOL) dan kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Baca Juga:
Analisis Pergerakan Harga ETH yang Mengekor Bitcoin, Ikuti Ritme Menuju Halving?
Analisa Prediksi Harga BTC Bakal Capai $90.000, Efek Riak Halving Bisa Wujudkan?
Tether Perkuat Cadangannya dengan Akuisisi 8.889 Bitcoin (BTC), Simak Dampak Lengkapnya!
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset crypto apapun. Perdagangan aset crypto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset crypto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Bittime tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset crypto.
Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.