Bittime - Bitcoin (BTC) dan Ether (ETH), dua kripto utama, telah menampilkan tingkat volatilitas yang berbeda dalam periode baru-baru ini, terutama menjelang peristiwa halving Bitcoin. Artikel ini akan mengeksplorasi perbedaan volatilitas antara kedua mata uang kripto tersebut.
Volatilitas Historis Bitcoin vs. Ether
Volatilitas historis atau realisasi 30 hari tahunan Bitcoin naik hampir 60%, melebihi volatilitas 30 hari Ether yang hanya sekitar 10 poin persentase.
Data dari Kaiko menunjukkan bahwa ini merupakan penyebaran tertinggi dalam setidaknya satu tahun.
Cek Market Crypto Hari Ini:
Pengaruh Faktor Eksternal
- Pengaruh ETF Bitcoin: Keputusan SEC yang mengizinkan perdagangan ETF Bitcoin telah mempengaruhi pasar secara signifikan. Ini meningkatkan minat pedagang dalam Bitcoin, yang tercermin dalam peningkatan volatilitas.
- Pendekatan Halving Bitcoin: Dengan pendekatan peristiwa halving Bitcoin pada tanggal 21 April, volatilitas pasar semakin meningkat. Halving mengurangi imbalan bagi penambang, menciptakan ketidakseimbangan permintaan-penawaran yang mendukung potensi kenaikan harga.
- Perkiraan “Sell-the-News”: Sentimen bullish menjelang halving juga menimbulkan kekhawatiran akan kemungkinan aksi jual setelah peristiwa tersebut. Hal ini dapat menyebabkan volatilitas pasar yang lebih tinggi.
Antisipasi Pasar
Para analis memperkirakan bahwa pasar opsi Bitcoin juga telah mencerminkan antisipasi terhadap peristiwa halving.
Contango yang curam sebelum tanggal 26 April menunjukkan harapan pasar akan peningkatan volatilitas BTC menjelang halving, sesuai dengan volatilitas ke depan yang tinggi.
Baca Juga Cara Beli Crypto:
Kesimpulan
Bitcoin telah menunjukkan volatilitas yang meningkat dalam periode menjelang halving, melebihi Ether dalam hal perubahan harga.
Faktor eksternal seperti keputusan SEC tentang ETF Bitcoin dan pendekatan halving telah menjadi pendorong utama volatilitas pasar.
Para pelaku pasar harus memperhatikan perubahan volatilitas ini untuk mengambil keputusan investasi yang tepat.
Cek Harga Crypto Hari Ini:
Cara Beli Crypto di Bittime
Kamu bisa beli dan jual aset crypto dengan cara yang mudah dan aman melalui Bittime. Bittime adalah satu aplikasi kripto terbaik di Indonesia yang sudah resmi terdaftar Bappebti.
Untuk bisa beli aset crypto di Bittime, pastikan kamu telah melakukan registrasi dan menyelesaikan verifikasi identitas. Selain itu, pastikan juga kalau kamu punya saldo yang cukup dengan melakukan deposit sejumlah dana ke wallet. Sekadar informasi, minimal pembelian aset di Bittime adalah Rp10.000. Setelah itu, barulah kamu bisa melakukan pembelian aset crypto di aplikasi.
Belajar Panduan Lengkap Cara Beli Crypto di Bittime.
Pantau pergerakan grafik harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL) dan kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Baca Juga:
Analisis BOME oleh Pengamat Kripto: Akankah April Menjadi Bulan Bullish?
Tim Horizen Sebarkan Rantai Verifikasi Bukti ke Testnet
Whales Bitcoin, Siapa dan Seberapa Besar Pengaruh Mereka di Pasar?
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Bittime tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.