Bittime - Bitcoin (BTC) adalah aset kripto yang tengah ramai diperbincangkan karena diperkirakan akan mengalami lonjakan harga yang signifikan.
Prediksi tersebut disampaikan oleh CEO LMAX Group, David Mercer dari perusahaan teknologi finansial global yang menjadi pemimpin dalam ekseku09si perdagangan valas (foreign exchange) dan kripto untuk institusi.
Wawancara dengan David Mercer dan Pernyataan Terkait Bitcoin (BTC)
Dalam wawancara dengan CNBC, Mercer melihat potensi besar Bitcoin didorong oleh permintaan yang melonjak, terutama dari pihak institusi.
Beliau mencontohkan bagaimana alokasi standar Bitcoin dalam portofolio investasi, yakni di kisaran 3% hingga 5% dari total aset global, dapat memicu kenaikan harga yang dramatis.
"Berdasarkan murni pada supply dan demand, yang belum pernah kita lihat sebelumnya, seharusnya harga Bitcoin akan menjadi kelipatan dari harga saat ini," ujar Mercer.
"Dalam jangka waktu yang lebih panjang, lima atau sepuluh tahun mendatang, Bitcoin niscaya akan diperdagangkan dalam enam digit, bukan lagi lima digit seperti sekarang," lanjut Mercer.
Mercer turut menyoroti pengaruh kehadiran Exchange-Traded Fund (ETF) berbasis Bitcoin secara langsung (spot) terhadap minat investor institusi. ETF ini memungkinkan investasi pada aset kripto tanpa perlu kepemilikan langsung, sehingga memudahkan institusi untuk berpartisipasi di pasar kripto.
"Jika kita lihat semua institusi yang kami layani - LMAX Group berdagang dengan 35 dari 40 bank teratas dunia, semua perusahaan perdagangan milik sendiri (proprietary trading firms) utama, dan lebih dari 200 broker - pihak yang selama ini kami batasi adalah bank," jelas Mercer.
"Mereka [bank] bisa memperdagangkan kontrak futures Bitcoin (BTC), tetapi tidak bisa memperdagangkan underlying asset [Bitcoin fisik]. Inilah yang diubah oleh kehadiran ETF berbasis spot Bitcoin. Underlying untuk ETF ini adalah Bitcoin fisik," imbuhnya.
ETF Bitcoin (BTC) Dinilai Lebih Menarik daripada Emas dan Saham?
Mercer berpendapat bahwa kehadiran ETF berbasis spot Bitcoin beserta lonjakan permintaan institusional akan semakin "mendemokratisasikan" kelas aset kripto. Ini berarti, akses pasar kripto akan terbuka lebar, mulai dari investor ritel hingga institusi.
"Dengan demikian, bahkan private wealth desk di bank yang melayani nasabah bernilai kekayaan tinggi pun kini dapat menawarkan produk investasi yang memberikan eksposur langsung ke kelas aset kripto," papar Mercer.
"Seiring berjalannya waktu, ketika para pelaku institusi semakin nyaman dengan perilaku aset kripto, mereka akan semakin tertarik untuk memiliki aset inti itu sendiri, seperti Bitcoin, Ethereum, atau Solana."
Prediksi bullish terhadap Bitcoin tidak hanya datang dari Mercer. Sejumlah pihak, termasuk Standard Chartered Bank, turut optimistis dengan masa depan Bitcoin (BTC). Bank tersebut bahkan telah merevisi prediksi harga Bitcoin untuk tahun 2024 menjadi $150.000, naik dari prediksi sebelumnya di angka $100.000.
Di sisi lain, Chief Investment Officer (CIO) dari Bitwise, sebuah perusahaan investasi kripto terkemuka, menyatakan keyakinannya bahwa Bitcoin sedang berada dalam "pasar bull yang mengamuk" dalam jangka panjang.
Cek Market Crypto Hari Ini:
Analisis dan Alasan Mengapa Bitcoin (BTC) Diprediksi Melejit?
Prediksi lonjakan harga Bitcoin (BTC) yang disampaikan oleh Mercer dan para pakar lainnya didasarkan pada beberapa faktor kunci:
- Permintaan Institusional yang Meningkat: Semakin banyak institusi keuangan besar yang mulai melirik Bitcoin sebagai aset investasi. Hal ini dipicu oleh potensi diversifikasi portofolio, lindung nilai terhadap inflasi, dan ekspektasi terhadap pertumbuhan jangka panjang Bitcoin. Kehadiran ETF berbasis spot Bitcoin semakin memudahkan institusi untuk berpartisipasi di pasar kripto.
- Supply dan Demand yang Tidak Seimbang: Bitcoin (BTC) memiliki jumlah maksimum yang akan beredar, yaitu 21 juta. Sementara itu, permintaan terhadap Bitcoin terus meningkat. Kelangkaan ini berpotensi mendorong kenaikan harga Bitcoin di masa depan.
- Peristiwa Halving Bitcoin mendatang: Halving adalah peristiwa pengurangan terencana dalam imbalan yang diterima oleh penambang kripto Bitcoin menjadi setengahnya setiap 210.000 blok yang ditambang (sekitar empat tahun sekali). Peristiwa ini diperkirakan dapat mengurangi tekanan jual Bitcoin yang berasal dari para penambang, sehingga berdampak positif pada harga.
Baca Juga Cara Beli Crypto:
Implikasi bagi Investor
Prediksi lonjakan harga Bitcoin (BTC) tentunya menarik perhatian para investor. Namun, penting untuk dicatat bahwa investasi di Bitcoin memiliki risiko yang tinggi. Harga Bitcoin fluktuatif dan rentan terhadap volatilitas pasar. Selain itu, regulasi terkait kripto masih belum sepenuhnya jelas di berbagai negara.
Bagi investor yang tertarik berinvestasi di Bitcoin, disarankan untuk melakukan riset yang mendalam, memahami profil risiko sendiri, dan mengalokasikan dana investasi secara bijaksana.
Strategi Hadapi Potensi Kenaikan Bitcoin (BTC)
Para investor yang tertarik dengan prediksi kenaikan harga Bitcoin (BTC) tentu ingin mengetahui strategi yang tepat untuk menghadapi potensi lonjakan tersebut. Berikut beberapa hal yang perlu dipertimbangkan:
- Investasi Jangka Panjang: Para ahli seperti Mercer dan CIO Bitwise menekankan pandangan jangka panjang terhadap Bitcoin. Volatilitas harga Bitcoin memang tinggi, namun potensi pertumbuhannya dalam jangka waktu lima hingga sepuluh tahun mendatang dinilai menjanjikan. Oleh karena itu, investasi Bitcoin sebaiknya dilakukan dengan perspektif jangka panjang dan tidak terpengaruh oleh fluktuasi harga harian.
- Diversifikasi Aset Kripto: Meskipun Bitcoin (BTC) diprediksi mengalami lonjakan harga, investor tidak disarankan untuk "all-in" pada Bitcoin saja. Pasar aset kripto menawarkan beragam aset kripto lainnya dengan potensi pertumbuhan yang menarik. Diversifikasi aset kripto dapat membantu mengurangi risiko investasi.
- Pilih Platform Perdagangan yang Reputable: Dengan semakin maraknya aktivitas perdagangan kripto, penting untuk memilih platform perdagangan yang memiliki reputasi baik dan regulasi yang jelas. Pastikan platform tersebut memiliki keamanan siber yang mumpuni untuk melindungi aset kripto investor.
- Penyimpanan yang Aman: Kepemilikan Bitcoin mengharuskan investor untuk menyimpan private key secara aman. Private key ini berfungsi untuk mengakses dan melakukan transaksi Bitcoin. Hindari menyimpan private key secara online, dan pertimbangkan penggunaan hardware wallet untuk penyimpanan yang lebih aman.
Tantangan Bitcoin (BTC) dan Risikonya
Walaupun prospek Bitcoin terlihat cerah, perlu diingat bahwa investasi di Bitcoin (BTC) tetap menghadapi berbagai tantangan dan risiko:
- Volatilitas Harga: Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, harga Bitcoin sangat fluktuatif. Kenaikan harga yang signifikan dapat disusul oleh penurunan harga yang tajam dalam waktu singkat. Investor perlu memiliki toleransi risiko yang tinggi untuk menghadapi volatilitas ini.
- Regulasi yang Belum Jelas: Regulasi terkait kripto di berbagai negara masih dalam tahap perkembangan. Ketidakjelasan regulasi ini dapat menimbulkan ketidakpastian bagi investor dan berpotensi menghambat pertumbuhan pasar kripto.
- Keamanan Siber: Pertukaran kripto dan dompet digital rawan terhadap serangan siber. Investor perlu waspada dan memilih platform perdagangan serta dompet digital yang memiliki keamanan siber yang kuat.
Kesimpulan
Masa depan Bitcoin diprediksi akan cemerlang, didukung oleh meningkatnya permintaan institusional, supply dan demand yang tidak seimbang, serta peristiwa halving Bitcoin mendatang.
Investor yang tertarik dapat mempertimbangkan untuk berinvestasi di Bitcoin (BTC) dengan strategi yang tepat, seperti investasi jangka panjang, diversifikasi aset kripto, pemilihan platform perdagangan yang reputable, dan penyimpanan yang aman.
Namun, para investor perlu tetap waspada terhadap tantangan dan risiko yang ada, seperti volatilitas harga, regulasi yang belum jelas, dan keamanan siber. Dengan pendekatan yang cerdas dan berhati-hati, investasi di Bitcoin (BTC) berpotensi menghasilkan keuntungan yang signifikan dalam jangka panjang.
Cek Harga Crypto Hari Ini:
Cara Membeli Bitcoin (BTC) di Bittime
Kamu bisa beli dan jual Bitcoin (BTC) dengan cara yang mudah dan aman melalui Bittime. Bittime adalah satu aplikasi kripto terbaik di Indonesia yang sudah resmi terdaftar Bappebti.
Bitcoin (BTC) tersedia di Bittime dengan market pair BTC/IDR. Untuk bisa beli BTC/IDR di Bittime pastikan kamu telah melakukan registrasi dan menyelesaikan verifikasi identitas. Selain itu, pastikan juga kalau kamu punya saldo yang cukup dengan melakukan deposit sejumlah dana ke wallet. Sekadar informasi, minimal pembelian aset di Bittime adalah Rp10.000. Setelah itu, barulah kamu bisa melakukan pembelian aset crypto di aplikasi.
Belajar Panduan lengkap cara beli Bitcoin (BTC) di Bittime.
Pantau pergerakan grafik harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL) dan kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Baca Juga:
Hashdex Bitcoin ETF: Menambah Deretan ETF Bitcoin Spot di Amerika Serikat
ETF Ethereum: Fidelity Melesat, SEC Masih Ragu-Ragu dan Update Terbaru!
Harga BTC: Kemungkinan Naik atau Koreksi? Analisa dari Sell-Side Risk Ratio
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset crypto apapun. Perdagangan aset crypto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset crypto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Bittime tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset crypto.
Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.