Bittime - Dunia kripto sedang bersiap menghadapi peristiwa monumental, yakni Bitcoin halving. Diperkirakan terjadi pada April 2024, halving merupakan pengurangan separuh hadiah penambangan Bitcoin, sebuah mekanisme inti yang dirancang untuk menjaga kelanggengan nilai Bitcoin.
Pakar kripto veteran dan co-founder Tether stablecoin terkemuka, William Quigley baru-baru ini memaparkan pandangannya mengenai dampak luas dari halving Bitcoin.
Ia tidak hanya menguraikan seluk-beluk halving, tetapi juga pengaruhnya terhadap para penambang, investor individual, dan institusi keuangan.
Harga Ketika Bitcoin Halving: Menuju $300.000?
Quigley mengawali pembahasan dengan prediksi harga Bitcoin pasca-halving. Ia merujuk pada pola historis bagaimana pasar bereaksi terhadap peristiwa ini.
"Secara historis, harga Bitcoin selalu mengalami kenaikan di bulan-bulan setelah halving," ujar Quigley.
"Pada halving pertama di November 2012, harga Bitcoin (BTC) melonjak 100 kali lipat dari level $12 menjadi $1.200."
"Halving kedua, harga naik sekitar 30 kali lipat, dari $650 menjadi $20.000. Dan pada halving ketiga, harga naik delapan kali lipat, dari $8.500 menjadi sekitar $19.500," lanjutnya.
Meskipun harga Bitcoin selalu melonjak pasca-halving, Quigley menunjukkan bahwa kenaikan tersebut terus menurun. Dari 100 kali lipat menjadi 30 kali lipat, kemudian menjadi 8 kali lipat pada peristiwa terakhir.
Baca Juga: Ondo Finance Suntik $95 Juta ke BUIDL BlackRock, Dorong AUM Tembus $240 Juta
"Jadi, mungkin kali ini kenaikannya hanya sekitar empat kali lipat atau tiga kali lipat," prediksinya. Jika harga Bitcoin kembali ke level $70.000 pada (perkiraan) 20 April, kenaikan empat kali lipat dapat melampaui angka $300.000.
Berdasarkan analisis data siklus reli pasca-halving sebelumnya, Quigley memperkirakan perlu waktu 500 hari hingga 18 bulan bagi Bitcoin untuk mencapai titik tertinggi berikutnya, yaitu sekitar Oktober 2025 untuk peristiwa yang keempat ini.
Cek Market Crypto Hari Ini:
Dampak Bitcoin Halving pada Penambang dan Investor
Quigley kemudian menjabarkan efek domino dari halving Bitcoin terhadap para penambang, investor individual, dan institusi keuangan.
"Agar Bitcoin dapat terus berfungsi sebagaimana mestinya, kita perlu mengurangi jumlah Bitcoin yang ditambang setiap hari," kata Quigley. "Jadi, jumlah Bitcoin yang ditambang akan turun dari 900 menjadi 450 mulai (perkiraan) 20 April."
Pengurangan hadiah penambangan ini akan menimbulkan tantangan dan peluang signifikan bagi para penambang. "Beberapa bulan lalu ketika harga Bitcoin berada di sekitar $40.000, sebagian besar penambang masih bisa untung. Di level $67.000 seperti saat ini, mereka jelas meraup keuntungan besar," ujar Quigley.
Namun, meskipun harga Bitcoin berpotensi meroket dan meningkatkan profit margin penambangan, persaingan kemungkinan besar akan semakin ketat seiring dengan kian banyaknya pemain yang ingin mengambil untung dari reli tersebut.
Bagi investor individual, halving menghadirkan situasi yang bernuansa. Quigley menyarankan untuk mengambil perspektif investasi jangka panjang.
"Tidak seperti perusahaan tradisional yang menghasilkan profit sendiri dan meluncurkan produk baru, Bitcoin beroperasi sebagai platform open-source yang dikelola dan dimanfaatkan oleh komunitas pengguna independen," tegas Quigley.
Oleh karena itu, nilai Bitcoin tidak dapat ditentukan oleh metrik keuangan tradisional. "Nilai Bitcoin murni ditentukan oleh sentimen para pembeli dan penjualnya," kata Quigley.
"Jika Anda mencoba untuk trading berdasarkan sentimen harian, sentimen tersebut bersifat acak. Ia naik turun sepanjang hari. Saya tidak akan melakukan trading harian untuk Bitcoin," sarannya. "Jika Anda ingin membeli Bitcoin atau aset kripto lainnya untuk pertama kalinya, alokasikan dana tersebut dalam porsi yang sangat kecil dari total kekayaan bersih Anda."
"Selain itu, jangan pernah membeli aset kripto kecuali Anda sanggup untuk menahannya selama lima tahun," tambahnya. "Ini bukan berarti Anda harus memegangnya selama lima tahun, tetapi Anda perlu memiliki kemampuan untuk melakukannya."
Baca Juga: Harga BTC: Kemungkinan Naik atau Koreksi? Analisa dari Sell-Side Risk Ratio
Harga Tether USDT/IDR Hari Ini
Sumber: Bittime.com
Pada 28 Maret 2024, harga Tether USDT/IDR berada di level Rp15.946 per koin, naik 0,10% dalam 24 jam terakhir.
Baca Juga Cara Beli Crypto:
Muncul Banyak Perusahaan Quant Trading Kripto Pasca Bitcoin Halving
Soal pelaku institusional, co-founder Tether dan WAX ini berpendapat bahwa semakin banyak perusahaan perdagangan kuantitatif (quant trading) yang fokus pada investasi kripto akan muncul pasca-halving akibat melonjaknya volume perdagangan.
"Pada halving pertama di 2012, volume perdagangan harian mungkin kurang dari satu juta dolar," kata Quigley. "Pada halving ketiga di 2020, volumenya mencapai $15 miliar hingga $30 miliar per hari, bahkan mencapai $100 miliar."
"Ketika volume perdagangan dan transaksi kripto berlangsung 24 jam sehari, 7 hari seminggu, akan selalu ada disparitas harga yang dapat dimanfaatkan orang," terangnya.
"Volume perdagangan utama Bitcoin terjadi di pasar Bitcoin futures. Jika Kamu dapat menggunakan leverage untuk memanfaatkannya, Kamu bisa menghasilkan banyak keuntungan, tapi juga bisa kehilangan banyak uang," kata Quigley. "Namun, pasar futures akan selalu menarik orang-orang yang berpikir mereka dapat mengambil keuntungan dari perbedaan harga dan menghasilkan banyak uang."
Baca Juga: Tether Fokus Ekspansi pada Kecerdasan Buatan (AI) dan Rekrut Talenta Terbaik
Kesimpulan
Halving Bitcoin menandakan momen penting dalam dunia kripto, membawa perubahan signifikan bagi penambang, investor, dan pasar secara keseluruhan.
Prediksi harga Bitcoin yang mencapai $300.000 diiringi dengan munculnya perusahaan quant trading kripto semakin menambah keriuhan dan optimisme di tengah komunitas kripto.
Namun, penting untuk diingat bahwa investasi kripto selalu mengandung risiko. Lakukan riset mendalam dan terapkan strategi investasi yang tepat untuk memaksimalkan peluang dan meminimalisir risiko dalam perjalanan Kamu di dunia kripto yang penuh dinamika ini.
Cek Harga Crypto Hari Ini:
Cara Membeli Tether (USDT) di Bittime
Kamu bisa beli dan jual Tether (USDT) dengan cara yang mudah dan aman melalui Bittime. Bittime adalah satu aplikasi kripto terbaik di Indonesia yang sudah resmi terdaftar Bappebti.
Tether (USDT) tersedia di Bittime dengan market pair USDT/IDR. Untuk bisa beli USDT/IDR di Bittime pastikan kamu telah melakukan registrasi dan menyelesaikan verifikasi identitas. Selain itu, pastikan juga kalau kamu punya saldo yang cukup dengan melakukan deposit sejumlah dana ke wallet. Sekadar informasi, minimal pembelian aset di Bittime adalah Rp10.000. Setelah itu, barulah kamu bisa melakukan pembelian aset crypto di aplikasi.
Belajar Panduan lengkap cara beli Tether (USDT) di Bittime.
Pantau pergerakan grafik harga Tether (USDT), Ethereum (ETH), Solana (SOL) dan kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Baca Juga:
Paus Beli BTC Bikin Pasar Gempar! Transaksi $6 Miliar Disebut Percikan Pertama untuk Halving
Beli ETH Sekarang atau Setelah Halving Bitcoin di Bulan April?
Badai Melanda Kucoin: Dakwaan Pencucian Uang Guncang Platform dan User
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset crypto apapun. Perdagangan aset crypto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset crypto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Bittime tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset crypto.
Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.