Bittime - Kabar gembira bagi investor Bitcoin (BTC)! Permintaan besar terhadap Bitcoin spot Exchange Traded Fund (ETF) yang melonjak dalam dua bulan terakhir diprediksi akan terus berlanjut selama bertahun-tahun ke depan. Hal ini diungkapkan oleh Matt Hougan, Chief Information Officer (CIO) Bitwise.
Pernyataan Hougan didasarkan pada interaksinya dengan investor dan pengalokasi modal yang tertarik membeli ETF, termasuk yang dikelola oleh Bitwise. Melalui akun Twitter pribadinya, Hougan membagikan beberapa poin penting yang ia peroleh.
Adopsi Bitcoin ETF Tidak Merata
Salah satu poin penting yang disampaikan Hougan adalah adanya perbedaan besar dalam kecepatan adopsi Bitcoin ETF. Beberapa penasihat keuangan dan platform nasional sudah mulai mengintegrasikan produk ini secepatnya.
Sementara itu, pihak lain belum mempertimbangkan alokasi portofolio untuk klien mereka atau bahkan belum akan menyediakan produk ini di platform mereka hingga tahun depan.
"Faktanya, sebagian besar investor profesional saat ini masih belum bisa membeli Bitcoin ETF. Kondisi ini akan berubah melalui proses pemeriksaan (due diligence) individual yang melibatkan lebih dari 100 pihak dalam dua tahun ke depan," tulis Hougan.
Cek Market Crypto Hari Ini:
Bitcoin ETF Menarik Dana Miliaran Dolar
Sejak diluncurkan pada 11 Januari lalu, Bitcoin ETF telah menyerap dana masuk bersih (net inflow) sebesar $11,7 miliar. Angka ini bahkan terhitung setelah mempertimbangkan arus keluar (outflow) BTC sebesar $14,3 miliar dari Grayscale Bitcoin Trust (GBTC).
Pada tanggal 26 Maret 2024 saja, tercatat tambahan dana masuk sebesar $418 juta, dengan $16,7 juta diantaranya dialokasikan ke Bitwise Bitcoin ETF.
Pertumbuhan ini menandakan peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menurut CryptoQuant, dana yang diinvestasikan oleh institusi ke dalam Bitcoin melalui instrumen keuangan melonjak dari kurang dari $20 miliar menjadi lebih dari $94,6 miliar dalam enam bulan terakhir, seiring dengan meningkatnya minat terhadap Bitcoin ETF.
Baca Juga: Cara Membeli ETF Bitcoin
Data On-Chain Menguatkan Permintaan Tinggi
Data on-chain (data yang tercatat di blockchain) juga menunjukkan peningkatan pesat dari accumulation addresses, yaitu alamat Bitcoin yang hanya digunakan untuk membeli dan tidak pernah menjual.
Melansir dari Decrypt, Julio Moreno, Head of Research CryptoQuant, mengungkapkan bahwa mereka memperkirakan permintaan bulanan Bitcoin meningkat dari 40.000 Bitcoin di awal tahun 2024 menjadi 213.000 Bitcoin.
Pertumbuhan permintaan yang signifikan ini sebagian besar didorong oleh pembelian melalui ETF, dan belakangan ini juga oleh investor besar lainnya.
Baca Juga: Potensi Dampak Persetujuan ETF Bitcoin
Alokasi Bitcoin Meningkat Menjadi 3%
Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, Hougan juga mengamati adanya peningkatan alokasi ideal Bitcoin dalam portofolio investor.
Saat ini, investor cenderung mengalokasikan 3% atau lebih, dibandingkan dengan 1% sebelumnya. Hougan berpendapat bahwa ETF berperan penting dalam hal ini, karena telah mengurangi risiko Bitcoin di mata banyak pihak.
Sebelumnya, orang khawatir Bitcoin bisa menjadi nol. Dalam situasi tersebut, alokasi 1% adalah batas maksimal yang bisa diterima. Namun, jika kemungkinan menjadi nol sudah tidak relevan, alokasi 3% atau 5% mulai masuk akal.
Baca Juga: Pro dan Kontra Investasi di ETF Bitcoin
Bitcoin Masih "Under-invested" oleh Investor Institusional
Menurut James Butterfill, Head of Research Coinshares, sebagian besar investor institusional saat ini masih memiliki eksposur yang sangat rendah terhadap Bitcoin. Rata-rata alokasi Bitcoin dalam portofolio mereka hanya sekitar 0,2%.
Proporsi ideal Bitcoin pada akhirnya bergantung pada selera risiko investor. Alokasi sebesar 4% hanya akan merepresentasikan tambahan risiko sebesar 100 basis poin dalam portofolio yang diseimbangkan kembali secara teratur.
Baca Juga Cara Beli Crypto:
Kesimpulan
Melonjaknya permintaan terhadap Bitcoin ETF menjadi indikator kuat mengenai meningkatnya minat investor institusional terhadap aset kripto terkemuka ini.
Dengan potensi pertumbuhan berkelanjutan selama bertahun-tahun ke depan, Bitcoin ETF diprediksi akan menjadi instrumen investasi yang semakin diminati. Para investor perlu mencermati perkembangan terkini dan mempertimbangkan peluang investasi yang ditawarkan oleh Bitcoin ETF.
Cek Harga Crypto Hari Ini:
Cara Beli Crypto di Bittime
Kamu bisa beli dan jual aset crypto dengan cara yang mudah dan aman melalui Bittime. Bittime adalah satu aplikasi kripto terbaik di Indonesia yang sudah resmi terdaftar Bappebti.
Untuk bisa beli aset crypto di Bittime, pastikan kamu telah melakukan registrasi dan menyelesaikan verifikasi identitas. Selain itu, pastikan juga kalau kamu punya saldo yang cukup dengan melakukan deposit sejumlah dana ke wallet. Sekadar informasi, minimal pembelian aset di Bittime adalah Rp10.000. Setelah itu, barulah kamu bisa melakukan pembelian aset crypto di aplikasi. Belajar Panduan Lengkap Cara Beli Crypto di Bittime.
Pantau pergerakan grafik harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL) dan kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Baca Juga:
Bitwise Ungkap Alamat Bitcoin ETF Miliknya ke Publik
Bitwise: Perusahaan Asset Management dan Rencana ETF Bitcoin 2024
CEO Bitwise Bocorkan Kode Bitcoin ETF Akan Meledak! Simak Ulasannya
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Bittime tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.