Bittime - Ekosistem Ethereum sedang mengalami pergeseran signifikan. Vitalik Buterin, salah satu pendiri Ethereum, menyerukan perubahan pola pikir para pengembang untuk membangun masa depan kripto yang lebih luas jangkauannya.
Seruan ini muncul setelah rampungnya hard fork Dencun pada Ethereum. Hard fork ini menandai langkah besar Ethereum menuju masa depan yang berpusat pada Layer 2 (L2).
Dencun dan Skalabilitas Layer-2
Dalam acara ETH Global's Pragma London pada 14 Maret lalu, Buterin memuji keberhasilan Dencun. Hard fork ini memungkinkan rollup L2 untuk mencapai skalabilitas dengan mengurangi biaya pengiriman bukti kriptografi ke lapisan dasar Ethereum.
Buterin mengatakan bahwa Ethereum secara resmi telah mencapai skalabilitas rollup dasar, tetapi perlu diingat bahwa peningkatan akan terjadi secara bertahap. Ditambah lagi, keberhasilan Dencun yang berjalan mulus memunculkan rasa ingin tahu yang besar tentang langkah Ethereum selanjutnya.
Cek Market Crypto Hari Ini:
Roadmap Ethereum dan EIP-4844
Buterin merefleksikan roadmap Ethereum yang banyak dikutip, pasca migrasi sukses ke proof-of-stake consensus melalui The Merge pada tahun 2022. Ia mengatakan bahwa banyak pencapaian yang telah digariskan sebelumnya terutama berfokus pada aspek teknis, dan beberapa diantaranya terwujud dengan rampungnya Dencun.
Sementara itu, Dencun menyertakan Ethereum Improvement Proposal (EIP-4844) yang mengubah cara rollup Ethereum menyimpan data di mainnet. Beberapa rollup L2 mengumpulkan dan memproses transaksi di luar rantai (off-chain) dan mengirimkan bukti ringkas dari transaksi tersebut ke blockchain Ethereum.
EIP-4844 memperkenalkan cara baru bagi rollup untuk menambahkan data yang lebih murah ke dalam blok dengan memperkenalkan "blob space" sebagai pengganti penggunaan call data untuk penyimpanan.
Sebelumnya, penggunaan call data untuk menyimpan bukti kriptografi dari bundel transaksi off-chain terbilang mahal. Hal ini disebabkan semua node Ethereum harus memproses data yang ada di on-chain tanpa batas waktu.
"Proto-danksharding," diberi nama berdasarkan peneliti yang mengajukan EIP-4844, memungkinkan rollup untuk mengirim dan melampirkan data blob ke blok. Data tersebut tidak dapat diakses oleh Ethereum Virtual Machine dan akan terhapus secara otomatis setelah 18 hari.
Baca Juga Cara Beli Crypto:
Pergeseran Ekosistem Ethereum
Ethereum terus mengalami perubahan selama dekade terakhir. Buterin menekankan bahwa ekosistem perlu mengubah pendekatannya untuk memberikan dampak signifikan pada internet dan sistem keuangan konvensional.
Buterin memandang dekade pertama Ethereum sebagai periode yang berfokus ke internal. Ia merefleksikan bagaimana ekosistem saat itu lebih condong pada pengembangan internal.
Hard fork Dencun berperan penting dalam narasi ini, memungkinkan ekosistem Ethereum untuk beralih dari fokus layer-1. Buterin juga memperkirakan lapisan dasar Ethereum akan beralih dari periode perubahan cepat ke periode yang lebih fokus pada pemeliharaan.
Meskipun Buterin mengakui bahwa perubahan L1 akan terus menjadi bagian dari pengembangan ekosistem, ke depannya pola pikir yang berpusat pada L2 harus dipegang teguh, dengan fokus utama pada pengembang aplikasi.
Buterin mengatakan bahwa ekosistem telah menciptakan banyak sekali perangkat untuk membangun DApp, dengan yang paling utama adalah zero-knowledge proofs. Buterin juga mendesak para pengembang untuk mengadopsi pendekatan "Ethereum 2.0" dalam pengembangan.
Pendekatan ini memanfaatkan perangkat dan protokol kontemporer seperti rollup L2 untuk memanfaatkan peningkatan manfaat privasi, keamanan, dan kinerja. Dengan mengalihkan fokus ke L2 dan Ethereum 2.0, ekosistem Ethereum diharapkan dapat berkembang semakin pesat dan memberikan dampak yang lebih luas di masa depan.
Cek Harga Crypto Hari Ini:
Cara Beli Crypto di Bittime
Kamu bisa beli dan jual aset crypto dengan cara yang mudah dan aman melalui Bittime. Bittime adalah satu aplikasi kripto terbaik di Indonesia yang sudah resmi terdaftar Bappebti.
Untuk bisa beli aset crypto di Bittime, pastikan kamu telah melakukan registrasi dan menyelesaikan verifikasi identitas. Selain itu, pastikan juga kalau kamu punya saldo yang cukup dengan melakukan deposit sejumlah dana ke wallet. Sekadar informasi, minimal pembelian aset di Bittime adalah Rp10.000. Setelah itu, barulah kamu bisa melakukan pembelian aset crypto di aplikasi. Belajar Panduan Lengkap Cara Beli Crypto di Bittime.
Pantau pergerakan grafik harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL) dan kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Baca Juga:
Mengapa Harga Ethereum (ETH) Terus Meningkat?
Apa Itu Ethereum (ETH) 2.0 dan Bedanya dengan Ethereum
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Bittime tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.