Bittime - Kabar gembira untuk masyarakat India! Konektivitas internet di negara ini akan menjadi lebih terdesentralisasi berkat inovasi jaringan infrastruktur fisik terdesentralisasi (DePIN).
Wifi Dabba
Wifi Dabba, penyedia layanan internet (ISP) asal India, mengumumkan peluncuran putaran kedua perangkat berdayakan DePIN di jaringan Solana. Tujuannya adalah untuk menjembatani kesenjangan digital dan menghubungkan jutaan orang ke internet.
Pada 15 Maret 2024, Wifi Dabba menyatakan akan menyediakan lebih dari 100.000 perangkat DePIN kepada pengguna di seluruh India hingga akhir tahun untuk daerah yang belum tekoneksi internet.
Menurut Wifi Dabba, meskipun India memiliki populasi besar dengan 1,43 miliar jiwa, penetrasi konektivitas broadband masih rendah. Mereka melaporkan hanya 30 juta warga yang memiliki akses WiFi secara reguler, sementara hampir 50% tidak memiliki akses sama sekali.
Cek Market Crypto Hari Ini:
Program Kedua DePIN
Ini adalah program kedua DePIN yang dijalankan Wifi Dabba. Sebelumnya, perangkat DePIN mereka yang sudah beredar mencatatkan konsumsi data berbayar bulanan yang stabil, yakni antara 90-100 terabyte.
Wifi Dabba menyebutkan bahwa pengguna yang memiliki perangkat keras router sendiri bisa mendapatkan token Wifi Dabba sebagai imbalan atas data yang digunakan oleh pengguna hotspot.
Baca Juga: Tren Crypto 2024: Crypto Narratives dan Penjelasannya
Mengapa India?
Cointelegraph baru-baru ini mewawancarai petinggi Wifi Dabba untuk memahami mengapa India menjadi lokasi yang tepat untuk menerapkan teknologi DePIN dalam mengatasi kesenjangan akses internet.
Karam Lakshman, CEO Wifi Dabba, mengatakan bahwa selain minimnya akses internet bagi sebagian besar penduduk India, perusahaan telekomunikasi besar yang ada saat ini berfokus pada wilayah perkotaan. Ini berarti butuh waktu beberapa dekade untuk menghubungkan seluruh negeri, belum lagi memperhitungkan lonjakan permintaan data di masa depan.
Lakshman pun menekankan bahwa India, sebagai negara dengan ekonomi terbesar kelima dan kepemilikan kripto terbesar kedua, berada di garis depan pertumbuhan ekonomi dan inovasi teknologi, yang menggarisbawahi kebutuhan mendesak untuk pembangunan infrastruktur yang lebih cepat.
Lakshman turut menyoroti bagaimana skalabilitas teknologi DePIN menjadi solusi yang layak tidak hanya untuk India, tetapi juga untuk negara berkembang lain yang menghadapi tantangan konektivitas serupa.
India berfungsi sebagai landasan uji coba penting untuk menyempurnakan model ini, yang selanjutnya dapat direplikasi di seluruh dunia untuk mengatasi masalah konektivitas dalam skala global.
Baca Juga: Cara Menghadapi Kenaikan Tiba-Tiba Aset Crypto yang Telah Dijual
Keunggulan DePIN
Shubhendu Sharma, COO Wifi Dabba, menjelaskan bahwa dibandingkan dengan model terpusat yang didominasi oleh beberapa perusahaan telekomunikasi, DePIN menawarkan keunggulan berupa perluasan infrastruktur yang lebih cepat melalui keterlibatan penyedia layanan yang termotivasi oleh insentif, seperti operator kabel lokal.
Selain itu, transparansi yang melekat pada jaringan terdesentralisasi memungkinkan ketersediaan data untuk publik, yang mendorong komunitas open-source yang dinamis dan memacu pengembangan alat serta solusi inovatif.
Sharma menekankan bahwa keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dan transparansi model DePIN berpotensi menawarkan layanan yang lebih baik dan akuntabilitas kepada pengguna.
Baca Juga Cara Beli Crypto:
DePIN diminati di Industri Web3
DePIN semakin diminati di industri Web3 sebagai inovasi besar berikutnya untuk menjembatani dunia terdesentralisasi dengan arus utama. Pada tahun 2023, sebuah perusahaan berhasil melakukan tokenisasi 100 mobil Tesla di blockchain menggunakan teknologi DePIN untuk mendemokratisasi dan mendesentralisasi inisiatif berbagi tumpangan di Eropa.
Dawn Philip, direktur komunikasi Wifi Dabba, memperkirakan lonjakan signifikan dalam adopsi DePIN dan layanan pendukungnya pada tahun 2024, terutama di negara berkembang.
DePIN berpotensi menemukan kecocokan pasar yang substansial di wilayah-wilayah ini, di mana pembangunan infrastruktur sangat dibutuhkan. Tidak seperti negara maju dengan infrastruktur yang sebagian besar sudah mapan dan saturasi pasar yang nyata, negara berkembang menghadirkan potensi yang belum tergali bagi jaringan terdesentralisasi untuk berkembang.
Cek Harga Crypto Hari Ini:
Cara Beli Crypto di Bittime
Kamu bisa beli dan jual aset crypto dengan cara yang mudah dan aman melalui Bittime. Bittime adalah satu aplikasi kripto terbaik di Indonesia yang sudah resmi terdaftar Bappebti.
Untuk bisa beli aset crypto di Bittime, pastikan kamu telah melakukan registrasi dan menyelesaikan verifikasi identitas. Selain itu, pastikan juga kalau kamu punya saldo yang cukup dengan melakukan deposit sejumlah dana ke wallet. Sekadar informasi, minimal pembelian aset di Bittime adalah Rp10.000. Setelah itu, barulah kamu bisa melakukan pembelian aset crypto di aplikasi. Belajar Panduan Lengkap Cara Beli Crypto di Bittime.
Pantau pergerakan grafik harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL) dan kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Baca Juga:
AltLayer Luncurkan Layanan Staking Token ALT
Ethena Mengumumkan Airdrop Token ENA untuk Pemegang USDe
Game Blockchain Illuvium Rilis Roadmap Baru dan Detail Private Beta 4
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Bittime tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.