Bittime - Pendiri CryptoQuant, Ki Young Ju, baru-baru ini mengungkapkan bahwa rasio inventaris likuid Bitcoin (BTC) telah mencapai rekor terendah. Hal ini menandakan bahwa terdapat kekurangan penjual di pasar BTC saat ini.
Apa itu Rasio Inventaris Likuid?
Rasio inventaris likuid dihitung dengan membagi total inventaris penjual dengan perubahan saldo BTC selama 30 hari dari alamat akumulasi.
Rasio ini menunjukkan jumlah BTC yang siap dijual dibandingkan dengan jumlah BTC yang dibeli oleh investor jangka panjang.
Rasio inventaris likuid yang rendah menunjukkan bahwa terdapat lebih sedikit penjual yang bersedia menjual BTC mereka. Hal ini dapat menyebabkan tekanan beli pada harga BTC dan mendorongnya naik.
Cek Market Crypto Hari Ini:
Apa yang Menyebabkan Rasio Inventaris Likuid Rendah?
Beberapa faktor yang dapat menyebabkan rasio inventaris likuid rendah:
- Sentimen bullish: Investor bullish pada BTC dan tidak ingin menjualnya.
- Penurunan pasokan BTC: Penambangan BTC semakin sulit dan pasokan baru yang tersedia semakin sedikit.
- Akumulasi oleh investor institusi: Investor institusi mulai membeli BTC dalam jumlah besar.
Baca Juga: Apa Itu Bearish?
Apa Implikasi dari Rasio Inventaris Likuid Rendah?
Rasio inventaris likuid yang rendah dapat menjadi indikator bullish untuk BTC. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat permintaan yang kuat untuk BTC dan dapat mendorong harganya naik.
Namun, penting untuk diingat bahwa rasio inventaris likuid hanyalah satu dari banyak faktor yang dapat memengaruhi harga BTC. Faktor lain seperti kondisi makroekonomi, regulasi, dan sentimen pasar juga dapat memainkan peran penting.
Oleh sebab itu, investor harus selalu melakukan riset sendiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Baca Juga Cara Beli Crypto:
Tips untuk Investor
Berikut beberapa tips untuk investor yang ingin berinvestasi dalam BTC:
- Diversifikasikan portofolio: Jangan hanya berinvestasi dalam BTC.
- Gunakan stop-loss order: Batasi kerugian dengan menggunakan stop-loss order.
- Jangan berinvestasi lebih dari kemampuan: BTC adalah aset berisiko tinggi.
Cek Harga Crypto Hari Ini:
Cara Beli Crypto di Bittime
Kamu bisa beli dan jual aset crypto dengan cara yang mudah dan aman melalui Bittime. Bittime adalah satu aplikasi kripto terbaik di Indonesia yang sudah resmi terdaftar Bappebti.
Untuk bisa beli aset crypto di Bittime, pastikan kamu telah melakukan registrasi dan menyelesaikan verifikasi identitas. Selain itu, pastikan juga kalau kamu punya saldo yang cukup dengan melakukan deposit sejumlah dana ke wallet. Sekadar informasi, minimal pembelian aset di Bittime adalah Rp10.000. Setelah itu, barulah kamu bisa melakukan pembelian aset crypto di aplikasi. Belajar Panduan Lengkap Cara Beli Crypto di Bittime.
Pantau pergerakan grafik harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL) dan kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Baca Juga:
Mining Bitcoin vs Validasi Transaksi Bitcoin
Apa Itu Bitcoin Halving dan Bagaimana Pengaruhnya terhadap Bitcoin?
Bitcoin Futures dan Bitcoin Options: Kontrak Keuangan Bitcoin, Apa Perbedaannya?
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Bittime tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.