Bittime – SWIFT, jaringan perbankan global, tengah mengambil langkah inovatif untuk mengintegrasikan gelombang Central Bank Digital Currency (CBDC) atau digital currency bank sentral dengan infrastruktur keuangan global yang sudah ada.
Platform baru dari SWIFT ini rencananya akan diluncurkan dalam 12 hingga 24 bulan mendatang. kehadirannya diperkirakan akan memberi dampak signifikan pada ekosistem CBDC yang terus berkembang, seiring dengan peluncuran CBDC utama di seluruh dunia.
Uji Coba CBDC SWIFT Menghasilkan Temuan Penting
Saat ini, sekitar 90% bank sentral dunia sedang mengembangkan atau mempertimbangkan untuk meluncurkan digital currency mereka sendiri.
Hal ini dipicu oleh pesatnya pertumbuhan cryptocurrency seperti Bitcoin dan tantangan teknologi kompleks yang menyertainya. Nick Kerigan, kepala inovasi SWIFT, mengungkapkan wawasan dari uji coba terbaru mereka yang melibatkan 38 bank sentral, bank komersial, dan platform kliring selama enam bulan.
"Kami sedang menuju peta jalan untuk menjadikan ini sebagai produk dalam 12-24 bulan ke depan. Ini sedang beralih dari tahap eksperimental menuju sesuatu yang menjadi kenyataan," kata Kerigan.
Baca Juga: 10 Altcoin RWA yang Berpotensi Cuan 10x di 2024, Ada Koin Apa Saja? Cek di Sini
Uji coba ini, salah satu kolaborasi global terbesar pada CBDC hingga saat ini, sangat penting dalam memastikan interoperabilitas antara berbagai CBDC, meskipun teknologinya berbeda-beda.
Inisiatif ini menunjukkan potensi CBDC dalam transaksi perdagangan dan valuta asing yang kompleks, serta menyoroti kemungkinan otomatisasi proses untuk meningkatkan kecepatan dan mengurangi biaya.
Keberhasilan uji coba ini memberikan SWIFT dengan jadwal yang jelas untuk beralih dari tahap eksperimental ke realitas. Hal ini dilakukan untuk mempertahankan peran dominannya dalam jaringan komunikasi antar bank di tengah perubahan signifikan dalam lanskap keuangan global.
Cek Market Crypto Hari Ini:
UEA dan Filipina Maju dengan Inisiatif CBDC
Sejalan dengan upaya SWIFT, Bank Sentral Uni Emirat Arab (CBUAE) telah memulai implementasi Strategi CBDC mereka sebagai bagian dari Program Transformasi Infrastruktur Keuangan (FIT).
Strategi ini mencakup beberapa pilar, termasuk peluncuran awal proyek mBridge untuk transaksi CBDC lintas batas bernilai riil dan pekerjaan proof-of-concept yang bertujuan membangun jembatan CBDC dengan mitra dagang utama seperti India.
Di Filipina, Bangko Sentral Pilipinas (BSP) juga mengimbau proyek CBDC mereka, dengan rencana untuk meluncurkan digital currency dalam waktu dua tahun.
Tidak seperti bank sentral lainnya, BSP bermaksud untuk mengembangkan CBDC yang beroperasi secara independen dari teknologi blockchain, memanfaatkan Peso Real Time Gross Settlement System yang sudah ada.
Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, keamanan, dan ketahanan sistem pembayaran domestik dan internasional, serta melengkapi, bukan menggantikan, uang tunai fisik.
Perkembangan ini menggarisbawahi pergeseran signifikan menuju digital currency oleh bank sentral di seluruh dunia, menandai era baru dalam digitalisasi sistem keuangan dan potensi untuk transaksi global yang lebih efisien, aman, dan lancar.
Baca Juga: SWIFT: Pengujian Konektor Sandbox Kedua Sukses untuk CBDC dan Lainnya
Tantangan dan Peluang Integrasi CBDC oleh SWIFT
Meskipun uji coba CBDC oleh SWIFT menuai hasil yang positif, integrasi CBDC dengan infrastruktur keuangan global yang ada masih menghadapi beberapa tantangan:
1. Regulasi
Regulasi terkait CBDC masih belum sepenuhnya terbentuk di berbagai negara. Hal ini dapat menghambat adopsi dan interoperabilitas CBDC secara global.
SWIFT perlu bekerja sama dengan regulator dan pembuat kebijakan untuk memastikan kepatuhan dan menciptakan kerangka kerja yang kondusif bagi integrasi CBDC.
2. Standarisasi
Belum adanya standarisasi global untuk CBDC dapat menimbulkan kesulitan teknis dalam hal interoperabilitas. SWIFT perlu berperan aktif dalam menetapkan standarisasi tersebut untuk memastikan komunikasi yang lancar antara berbagai sistem CBDC.
3. Keamanan Siber
Digital currency rentan terhadap serangan siber. SWIFT perlu menerapkan langkah-langkah keamanan siber yang ketat untuk melindungi integritas dan keamanan sistem CBDC.
Masa Depan Integrasi CBDC
SWIFT memiliki peluang besar untuk menjadi pemimpin dalam integrasi CBDC dengan infrastruktur keuangan global yang ada.
Keberhasilan SWIFT bergantung pada kemampuan mereka untuk mengatasi tantangan-tantangan di atas dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi blockchain dan regulasi CBDC di masa depan.
Berikut beberapa peluang yang bisa dimanfaatkan oleh SWIFT:
1. Penyedia Layanan
SWIFT dapat menawarkan berbagai layanan kepada bank sentral dan lembaga keuangan terkait dengan CBDC, seperti misalnya layanan kliring dan settlement, serta layanan manajemen likuiditas.
2. Jaringan Global
Jaringan global SWIFT yang luas dapat dimanfaatkan untuk memfasilitasi komunikasi dan transaksi antara berbagai sistem CBDC.
3. Standarisasi
SWIFT dapat mengambil peran penting dalam mengembangkan standar global untuk CBDC, sehingga memudahkan interoperabilitas dan menghindari fragmentasi dalam ekosistem CBDC global.
Baca Juga Cara Beli Crypto:
Kesimpulan
Integrasi CBDC dengan infrastruktur keuangan global akan berdampak signifikan pada masa depan sistem pembayaran internasional. Uji coba SWIFT menunjukkan potensi dan kemajuan yang telah dicapai dalam integrasi ini.
Namun, beberapa tantangan perlu diatasi agar CBDC dapat diadopsi secara luas. Peran SWIFT sebagai organisasi dengan jaringan global yang luas dapat menjadi faktor penting dalam menjembatani kesenjangan antara inovasi CBDC dan infrastruktur keuangan yang ada.
Cara Beli Crypto di Bittime
Kamu bisa beli dan jual aset crypto dengan cara yang mudah dan aman melalui Bittime. Bittime adalah satu aplikasi kripto terbaik di Indonesia yang sudah resmi terdaftar Bappebti.
Untuk bisa beli aset crypto di Bittime, pastikan kamu telah melakukan registrasi dan menyelesaikan verifikasi identitas. Selain itu, pastikan juga kalau kamu punya saldo yang cukup dengan melakukan deposit sejumlah dana ke wallet. Sekadar informasi, minimal pembelian aset di Bittime adalah Rp10.000. Setelah itu, barulah kamu bisa melakukan pembelian aset crypto di aplikasi. Belajar Panduan Lengkap Cara Beli Crypto di Bittime.
Pantau pergerakan grafik harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL) dan kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Baca Juga:
Trust Wallet Jalin Kerja Sama dengan Biconomy untuk Luncurkan Dompet Web3 SWIFT
SWIFT Uji Coba Konektor Baru untuk Transaksi Digital yang Lebih Cepat dan Efisien Termasuk CBDC
China Pacific Insurance Investment Management (HK) Bermitra dengan Protokol Bitcoin L2 MAP
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apa pun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Bittime tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.