Bittime - Di tengah pesatnya perkembangan teknologi blockchain, aset kripto Fantom (FTM) telah menunjukkan peningkatan signifikan.
Berkat peluncuran Sonic Technology, FTM mengalami lonjakan harga hingga $1,11 (sekitar Rp17.500) pada 26 Maret kemarin.
FTM naik 36% dalam pergerakan mingguan. Teknologi Sonic, yang dikembangkan oleh tim Fantom, merupakan jawaban atas tantangan kemacetan yang dihadapi oleh jaringan Opera saat ini.
Jaringan Opera, yang memiliki Total Value Locked (TVL) lebih dari $10 miliar (sekitar Rp157 triliun) pada tahun 2022, telah berkembang pesat dari tidak memiliki pengguna menjadi salah satu jaringan yang paling banyak digunakan.
Namun, pertumbuhan ini juga membawa tantangan berupa kemacetan jaringan yang mengganggu pengalaman pengguna, terutama selama periode permintaan tinggi.
Teknologi Sonic Fantom
Teknologi Sonic menjanjikan skalabilitas dan keamanan dengan kemampuan memproses 2.000 transaksi per detik (TPS) dengan finalitas kurang dari satu detik, meningkat drastis dari 200 TPS yang ditawarkan oleh Opera.
Pembaruan ini diharapkan dapat mengurangi kebutuhan penyimpanan jaringan hingga 90%, memungkinkan Fantom bersaing dengan blockchain layer-one lain seperti Cardano (ADA), Ethereum (ETH), dan Solana (SOL).
Sonic juga akan digunakan untuk membangun urutan terbaik di kelasnya untuk rantai L1 dan L2, yang mampu memproses lebih dari 180 juta transaksi harian dengan konfirmasi cepat hanya dalam hitungan detik saja. Ini akan menjadi landasan untuk peluncuran kembali Fantom sebagai merek yang sepenuhnya baru dan berorientasi komunitas.
Mekanisme konsensus Sonic menawarkan penggunaan yang cepat, aman, dan nyaman, sambil memangkas biaya transaksi dan waktu penyelesaian. Sonic diharapkan segera diluncurkan sehingga dapat meningkatkan kinerja Fantom Virtual Machine (FVM).
Cek Market Crypto Hari Ini:
Peningkatan Kinerja Jaringan dengan Sonic
Kepala Peneliti Professor Bernhard Scholz dan timnya yakin bahwa penambahan paralelisasi ke FVM yang diperbarui dapat meningkatkan kinerja Sonic secara signifikan.
Fantom Foundation juga menyoroti ketangguhan jaringan dengan menyatakan bahwa pada Februari 2021, Fantom mengalami hanya sekali downtime. Itupun bisa langsung diperbaiki dalam waktu 7 jam tanpa kehilangan dana.
Sementara itu, dari perspektif pasar, data terbaru dari CoinMarketCap menunjukkan bahwa FTM diperdagangkan seharga $1,11 (sekitar Rp17.500), dengan kapitalisasi pasar $3,1 miliar (sekitar Rp48,9 triliun) dan volume perdagangan $537 juta (sekitar Rp8,4 triliun). Indeks Kekuatan Relatif (RSI) mingguan FTM telah naik di atas 70 untuk pertama kalinya sejak ledakan pasar bullish cryptocurrency tahun 2021, menandakan prospek yang lebih baik dan potensi keuntungan lebih banyak untuk FTM dalam jangka menengah.
Pakar kripto Ali Martinez baru-baru ini memprediksi bahwa harga FTM akan mencapai $1,44 (sekitar Rp22.700) dalam waktu dekat.
Prediksi ini diperkuat dengan penambahan pasangan perdagangan FTM/USDC di Binance baru-baru ini . Dengan fundamental yang kuat dari Fantom Foundation yang aktif mengembangkan jaringan selama bertahun-tahun, prospek FTM tampak cerah untuk beberapa kuartal mendatang.
Baca Juga Cara Beli Crypto:
Cara Beli Fantom (FTM) di Bittime
Kamu bisa beli dan jual Fantom (FTM) dengan cara yang mudah dan aman melalui Bittime. Bittime adalah satu aplikasi kripto terbaik di Indonesia yang sudah resmi terdaftar Bappebti.
Fantom (FTM) tersedia di Bittime dengan market pair FTM/IDR. Untuk bisa beli FTM IDR di Bittime pastikan kamu telah melakukan registrasi dan menyelesaikan verifikasi identitas. Selain itu, pastikan juga kalau kamu punya saldo yang cukup dengan melakukan deposit sejumlah dana ke wallet. Sekadar informasi, minimal pembelian aset di Bittime adalah Rp10.000. Setelah itu, barulah kamu bisa melakukan pembelian aset crypto di aplikasi.
Belajar panduan lengkap cara beli Fantom (FTM) di Bittime.
Pantau pergerakan grafik harga Fantom (FTM), Ethereum (ETH), Solana (SOL) dan kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Baca juga:
Fantom (FTM): Platform Smart Contract Berbasis DAG dengan Ekosistem DeFi yang Menjanjikan
Mengenal Lachesis (Fantom), Revolusi dari Smart Contract
Bagaimana Cara Staking Fantom (FTM)?
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Bittime tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.