Bittime - Platform blockchain Avalanche (AVAX) mengumumkan kerja sama dengan Australia and New Zealand Banking Group (ANZ) dan Chainlink Labs. Pengumuman tersebut juga turut melambungkan harga AVAX sebesar 9% pada 26 Maret lalu.
Langkah ini dilakukan untuk menjajaki potensi aset digital berbasis blockchain untuk transfer dan penyelesaian transaksi secara global.
Memanfaatkan Teknologi Chainlink untuk Transaksi Lintas-Blockchain
Kolaborasi ini bertujuan menghubungkan blockchain Avalanche dan Ethereum (ETH) menggunakan Protokol Interoperabilitas Lintas-Rantai (CCIP) milik Chainlink.
Harapannya, transfer dan penyelesaian transaksi aset digital (DvP) antar jaringan dalam berbagai mata uang bisa berjalan lancar.
Cek Market Crypto Hari Ini:
ANZ Pelopor Transaksi Aset Digital dengan Delivery vs. Payment
ANZ, penyedia layanan perbankan untuk jutaan nasabah di hampir 30 negara, mengambil langkah inovatif untuk memasuki ranah aset digital berbasis blockchain.
Baca juga: ANZ dan Chainlink Buka Potensi Tokenisasi di Blockchain Avalanche
Dengan memanfaatkan CCIP, ANZ menguji bagaimana nasabah dapat mengakses, memperdagangkan, dan menyelesaikan transaksi aset digital lintas jaringan dan mata uang menggunakan metode Delivery vs. Payment (DvP).
Pendekatan ini bertujuan meningkatkan efisiensi penyelesaian transaksi dan pengelolaan risiko untuk aset digital yang tergolong sebagai "sekuritas".
Chainlink Abstraksi Kompleksitas Transaksi Lintas-Rantai
Menurut Avalanche, CCIP milik Chainlink berperan penting dalam menyederhanakan kompleksitas transfer aset digital antar berbagai blockchain.
Teknologi ini memastikan terjadinya penyelesaian transaksi DvP lintas-rantai secara atomik, yaitu transfer aset dan pembayaran harus terjadi secara bersamaan atau tidak sama sekali.
Baca Juga Cara Beli Crypto:
Contoh Penggunaan: Transaksi Aset Digital ANZ
Sebagai contoh, kolaborasi ini mensimulasikan transaksi di mana nasabah menggunakan portal Digital Asset Services (DAS) milik ANZ untuk membeli stablecoin dolar Selandia Baru (NZ$DC) yang diterbitkan ANZ di blockchain Avalanche.
Kemudian, nasabah tersebut membeli aset berbasis alam Australia yang diterbitkan sebagai non-fungible token (NFT) di blockchain Ethereum. Aset NFT tersebut didenominasi dalam stablecoin dolar Australia (A$DC) yang diterbitkan ANZ.
ANZ Fasilitasi Konversi Mata Uang dan Transfer Lintas-Blockchain
ANZ memfasilitasi konversi valas antara kedua mata uang tersebut. Sementara itu, CCIP menyediakan infrastruktur yang diperlukan untuk transfer token dan data antara Ethereum dan Avalanche.
Baca juga: Era Baru Tokenisasi Aset Berbasis Blockchain Digagas Chainlink Labs dan ANZ
ANZ Memanfaatkan Subnet Avalanche untuk Kustomisasi
Pengumuman ini juga mengungkapkan bahwa ANZ menggunakan Avalanche Evergreen Subnet untuk proyek tersebut. Subnet ini menawarkan kompatibilitas dengan Ethereum Virtual Machine (EVM), fitur izin akses, dan token gas khusus.
Dengan Evergreen Subnet, ANZ dapat mengeksplorasi kasus penggunaan dan model bisnis baru menggunakan jaringan yang dapat disesuaikan seperti Avalanche.
Kolaborasi ANz, Chainlink, dan Avalanche tunjukkan pemanfaatan blockchain oleh lembaga keuangan. Kerja sama ANZ dengan dua platform blockchain tersebut menunjukkan bagaimana lembaga keuangan tradisional mulai merangkul teknologi blockchain untuk meningkatkan efisiensi pasar modal.
Harga AVAX Melonjak Pasca Pengumuman
Harga token asli Avalanche, AVAX, sedang dalam tren naik. AVAX mengalami peningkatan luar biasa sebesar 60% dalam 30 hari terakhir. Saat ini, AVAX diperdagangkan di kisaran $58,31, mendekati titik tertinggi 22 bulan yang tercatat di $65 pada 18 Maret lalu.
Pengumuman kerja sama ini mendorong kenaikan harga AVAX sebesar 9% dalam 24 jam terakhir. Kenaikan tersebut membuat AVAX menembus level resistensi $55.
Namun, level $60 diperkirakan menjadi tantangan berikutnya. Jika momentum bullish melemah, harga AVAX mungkin mengalami konsolidasi di kisaran $55 hingga $60.
Cek Harga Crypto Hari Ini:
Selain itu, volume perdagangan AVAX dalam 24 jam terakhir mencapai $1.135.122.192, menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 127,20% dibandingkan hari sebelumnya. Peningkatan volume perdagangan ini semakin menunjukkan tingginya minat terhadap AVAX.
Cara Beli Crypto di Bittime
Kamu bisa beli dan jual aset crypto dengan cara yang mudah dan aman melalui Bittime. Bittime adalah satu aplikasi kripto terbaik di Indonesia yang sudah resmi terdaftar Bappebti.
Untuk bisa beli aset crypto di Bittime, pastikan kamu telah melakukan registrasi dan menyelesaikan verifikasi identitas. Selain itu, pastikan juga kalau kamu punya saldo yang cukup dengan melakukan deposit sejumlah dana ke wallet. Sekadar informasi, minimal pembelian aset di Bittime adalah Rp10.000. Setelah itu, barulah kamu bisa melakukan pembelian aset crypto di aplikasi.
Belajar Panduan Lengkap Cara Beli Crypto di Bittime.
Pantau pergerakan grafik harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL) dan kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Baca juga:
Apa Itu ChainLink VRF dan Cara Kerjanya
Altcoin Inovatif: Chainlink, Cardano, dan Polkadot Memimpin Perlombaan!
Cara Staking Avalanche (AVAX), Ikuti Tutorialnya!
Menguak Potensi AVAX dan Ekosistem Avalanche yang Berkembang
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Bittime tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.