Bittime - Kepala bagian hukum Grayscale, Craig Salm, menyatakan keyakinannya terhadap persetujuan dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) spot Ether (ETH) pada bulan Mei, meskipun ada diskusi baru-baru ini mengenai kurangnya keterlibatan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) dengan para pemohon.
Salm mencatat bahwa banyak masalah yang umum terjadi pada ETF spot Ether telah ditangani dalam beberapa bulan menjelang persetujuan potensial, serupa dengan yang diselesaikan sebelum persetujuan ETF spot Bitcoin.
Ini termasuk rincian yang terkait dengan prosedur pembuatan dan penebusan, model uang tunai dan barang, perlindungan aset, pencegahan kerugian, dan hak asuh.
Namun, penerbit ETF yang ingin mengintegrasikan staking ke dalam ETF Ether spot mereka perlu mengatasi masalah tambahan dengan regulator. Pemohon terkenal dalam hal ini termasuk Ark 21Shares, Fidelity, dan Franklin Templeton.
Kekhawatiran yang Diutarakan oleh Analis ETF Bloomberg
Analis ETF Bloomberg, Eric Balchunas dan James Seyffart, telah menyatakan kekhawatirannya mengenai keterlibatan SEC yang terbatas, sehingga mengurangi kemungkinan ETF spot Ether yang disetujui pada bulan Mei menjadi 25%.
Balchunas menggambarkannya sebagai "25% pesimis," menunjukkan bahwa kurangnya keterlibatan tampaknya disengaja dan bukan sekadar penundaan.
Baca Juga: Keragaman Klien Ethereum Meningkat, Klien Non-Geth Mencapai 34% Pangsa Pasar
Namun demikian, Salm menyoroti persetujuan ETF Ether Futures baru-baru ini dan peraturannya sebagai komoditas berjangka, yang dapat memperkuat kasus untuk persetujuan ETF Ether spot karena korelasi yang tinggi antara produk berjangka dan produk spot.
Sentimen serupa juga disampaikan oleh kepala bagian hukum Coinbase, Paul Grewal, dan Brian Quintenz, mantan komisaris Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi.
Beberapa entitas terkemuka, termasuk BlackRock, VanEck, ARK 21Shares, Fidelity, Invesco Galaxy, Grayscale, Franklin Templeton, dan Hashdex, termasuk di antara para pemohon yang bersaing untuk mendapatkan persetujuan SEC atas ETF spot Ether.
Cek Market Crypto Hari Ini:
SEC diharapkan memberikan keputusan atas permohonan VanEck pada 23 Mei, dengan analis memperkirakan bahwa semua pemohon akan menerima keputusan pada tanggal tersebut.
Meskipun ada tantangan, industri ini tetap berharap untuk persetujuan ETF spot Ether, mengantisipasi perkembangan signifikan dalam beberapa bulan mendatang.
Cara Beli Crypto di Bittime
Kamu bisa beli dan jual aset crypto dengan cara yang mudah dan aman melalui Bittime. Bittime adalah satu aplikasi kripto terbaik di Indonesia yang sudah resmi terdaftar Bappebti.
Untuk bisa beli aset crypto di Bittime, pastikan kamu telah melakukan registrasi dan menyelesaikan verifikasi identitas. Selain itu, pastikan juga kalau kamu punya saldo yang cukup dengan melakukan deposit sejumlah dana ke wallet. Sekadar informasi, minimal pembelian aset di Bittime adalah Rp10.000. Setelah itu, barulah kamu bisa melakukan pembelian aset crypto di aplikasi.
Belajar Panduan Lengkap Cara Beli Crypto di Bittime.
Pantau pergerakan grafik harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL) dan kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Baca Juga:
Goldman Sachs: Nasabah Beralih ke Crypto, Tanda Era Baru?
5 Siklus Halving yang Harus Kamu Ketahui
Siap-siap Take Profit? Bitcoin Halving Jadi Impian untuk Mengubah Nasib
Ethereum (ETH) di Persimpangan Jalan: Ambigu Regulasi Picu Kekhawatiran Para Holder?
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Bittime tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.