Bittime - Industri kripto tengah diramaikan dengan perdebatan mengenai prospek persetujuan Exchange-Traded Fund (ETF) berbasis Ether (ETH). Hal ini menyusul persetujuan beberapa ETF Bitcoin (BTC) di Amerika Serikat. John Lo, Managing Partner di Recharge Capital, sebuah perusahaan investasi aset digital terkemuka, memberikan pandangannya yang cukup mengejutkan.
Tantangan Persetujuan ETF Ether
Lo memperkirakan bahwa Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) akan menerapkan pengawasan yang lebih ketat terhadap semua pengajuan ETF berbasis kripto yang akan datang, terutama ETF Ether. Menurutnya, persetujuan ETF Bitcoin sebelumnya sedikit "memaksa" SEC untuk menyetujuinya karena kasus dengan Grayscale.
Lo mengatakan bahwa pengawasan terhadap ETF kripto terus meningkat. Bisa dikatakan bahwa SEC terpaksa menyetujui ETF Bitcoin karena kasus dengan Grayscale. Hal itu pun dianggap sebagai kekalahan besar bagi SEC secara internal.
Pernyataan Lo ini tentu menjadi kabar yang kurang menggembirakan bagi para investor yang menantikan ETF Ether. Beberapa perusahaan investasi ternama, seperti BlackRock, Grayscale, Fidelity, Invesco Galaxy, VanEck, Hashdex, dan Franklin Templeton diketahui tengah mengajukan permohonan ETF Ether kepada SEC.
Cek Market Crypto Hari Ini:
Jadwal Keputusan SEC dan Alternatif Ketidakhadiran ETF Ether
SEC memiliki tenggat waktu untuk memutuskan persetujuan ETF Ether dari berbagai perusahaan tersebut. Kabar baiknya, keputusan untuk beberapa permohonan akan segera dikeluarkan, di antaranya:
- VanEck: 23 Mei 2024
- ARK 21Shares: 24 Mei 2024
- Hashdex: 30 Mei 2024
Sementara keputusan untuk permohonan dari perusahaan lain akan menyusul di bulan berikutnya. Meski demikian, Lo meyakini bahwa Ethereum akan tetap bertahan dan berkembang pesat meskipun tanpa ETF Ether. Menurutnya, inovasi dan peningkatan jaringan Ethereum yang terjadi belakangan ini menjadi faktor pendukungnya.
Baca Juga: Apa itu Crypto ETF dan Apa Saja Kelebihannya?
Tantangan Lain di Ekosistem Kripto: DeFi dan Pengalaman Pengguna
Selain perdebatan mengenai ETF, tantangan lain yang dihadapi ekosistem kripto adalah pengalaman pengguna dalam ranah Decentralized Finance (DeFi). Kurangnya fokus pada user experience (UX) seringkali membuat DeFi sulit digunakan, terutama bagi pengguna kripto pemula. Lo berpendapat bahwa hal ini menjadi salah satu hambatan terbesar yang menghambat partisipasi institusi keuangan dalam DeFi.
Selain UX, biaya akuisisi pengguna yang tinggi, yaitu mencapai $10 hingga $12 atau bahkan lebih per pengguna, juga menjadi masalah bagi industri DeFi yang masih berkembang. Tidak banyak startup atau protokol yang mampu membiayai hal tersebut. Hal ini membatasi jumlah pengguna DeFi secara keseluruhan.
Baca Juga: Apa Itu DeFi Pada Cryptocurrency?
Ethereum sebagai Pusat Aktivitas DeFi
Meski menghadapi berbagai tantangan, Ethereum saat ini masih menjadi pusat aktivitas DeFi. Total nilai yang terkunci (TVL) pada jaringan Ethereum mengalami peningkatan sebesar 80,3% selama setahun terakhir, mencapai $51 miliar per 18 Maret 2024 menurut DefiLlama. Selain itu, berdasarkan data Etherscan, jumlah unique wallet address di jaringan Ethereum juga tumbuh sebesar 21,6% menjadi 115.934 selama setahun terakhir.
Baca Juga Cara Beli Crypto:
Masa Depan ETF Ether
Masa depan ETF Ether di Amerika Serikat masih penuh ketidakpastian. Pengawasan ketat dari SEC dapat menjadi penghalang utama bagi persetujuan ETF Ether. Namun, terlepas dari ada tidaknya ETF, ekosistem Ethereum secara keseluruhan diyakini akan terus berkembang pesat. Para pelaku di ekosistem kripto, khususnya di bidang DeFi, perlu terus berinovasi dan meningkatkan pengalaman pengguna untuk menarik lebih banyak investor dan pengguna, baik institusi maupun retail.
Cek Harga Crypto Hari Ini:
Cara Beli Crypto di Bittime
Kamu bisa beli dan jual aset crypto dengan cara yang mudah dan aman melalui Bittime. Bittime adalah satu aplikasi kripto terbaik di Indonesia yang sudah resmi terdaftar Bappebti.
Untuk bisa beli aset crypto di Bittime, pastikan kamu telah melakukan registrasi dan menyelesaikan verifikasi identitas. Selain itu, pastikan juga kalau kamu punya saldo yang cukup dengan melakukan deposit sejumlah dana ke wallet. Sekadar informasi, minimal pembelian aset di Bittime adalah Rp10.000. Setelah itu, barulah kamu bisa melakukan pembelian aset crypto di aplikasi. Belajar Panduan Lengkap Cara Beli Crypto di Bittime.
Pantau pergerakan grafik harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL) dan kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Baca Juga:
Bitcoin ETF dan GBTC Trust Grayscale, Apa Perbedaannya?
Analisa Proposal ETF Ethereum: Harapan Menurun sampai 30%?
ETF Ethereum: SEC Tunda Keputusan dari BlackRock dan Fidelity
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Bittime tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.