Bittime - Industri kripto sedang diramaikan oleh narasi seputar kecerdasan buatan (AI). Tren ini dibuktikan dengan performa token terkait AI yang meroket beberapa bulan terakhir.
Aset kripto seperti RNDR, TAO, dan FET bahkan mengalami kenaikan harga hingga lebih dari 3x lipat. Peningkatan nilai ini didorong oleh keyakinan terhadap potensi integrasi antara teknologi blockchain dan AI.
Dalam hal ini, Akash Network muncul sebagai pemain kunci di ranah Decentralized Cloud Computing. Artikel ini akan mengulas Akash Network sebagai target investasi yang menarik, memadukan narasi hype dengan nilai investasi jangka panjang.
Mengapa Decentralized Cloud Computing?
Industri AI membutuhkan daya komputasi yang besar dan terus meningkat. Namun, keterbatasan pasokan dan tingginya biaya menjadi kendala utama.
Di sisi lain, raksasa teknologi seperti NVIDIA nyaris memonopoli produksi GPU yang dibutuhkan untuk pelatihan model AI. Akibatnya, kontrol atas daya komputasi terpusat di segelintir pihak, berdampak pada penetapan harga.
Decentralized Cloud Computing hadir sebagai solusi. Akash Network memanfaatkan teknologi blockchain untuk menciptakan pasar peer-to-peer yang demokratis.
Pengguna dapat menyewa daya komputasi dari penyedia lain secara langsung, tanpa perantara. Skema ini menawarkan harga yang jauh lebih kompetitif dibandingkan layanan cloud computing terpusat.
Peningkatan permintaan terhadap model training dan inference AI turut mendorong pesatnya perkembangan Decentralized Cloud Computing. Proyek Akash Network pun mengalami pertumbuhan signifikan, ditandai dengan maraknya proyek baru di bidang ini.
Cek Market Crypto Hari Ini:
Apa itu Akash Network?
Akash Network adalah platform Decentralized Cloud Computing yang diluncurkan pada tahun 2015. Akash bertujuan mengintegrasikan sumber daya komputasi yang tidak terpakai di seluruh penjuru dunia.
Akash Network menyediakan pasar yang terbuka dan transparan, yang memungkinkan pengguna untuk mengajukan permintaan sumber daya dan penyedia global untuk melakukan penawaran secara real-time.
Awalnya, Akash Network berfokus pada komputasi CPU. Namun, sejak Agustus 2023, Akash Network telah mendukung pasar cloud GPU, menjawab kebutuhan komputasi yang lebih intensif.
1. Sisi Penawaran Daya Komputasi
- Pusat data
- Penambang kripto, dengan sumber daya idle setelah peralihan ke mekanisme Proof of Stake
- Komputer pribadi dengan daya komputasi rendah yang tidak terpakai
- Akash telah menjalin kerja sama dengan penambang kripto ternama di Amerika Utara untuk mengamankan sumber daya GPU berperforma tinggi.
Baca Juga: Token AI: Akankah Menguasai Pasar Kripto atau Sekadar Hype?
2. Sisi Permintaan
- Pengembang aplikasi
- Protokol AI terdesentralisasi lainnya, seperti Gensyn dan Bittensor
Akash menggunakan mekanisme lelang terbalik (reverse auction) untuk mempertemukan pengguna dan penyedia daya komputasi. Pengguna dapat memilih penyedia berdasarkan tawaran dan informasi lainnya.
Saat ini, Akash Network lebih berfokus pada penggunaan daya komputasi untuk pra-pemrosesan data dan inferensi model, meskipun pengembangan untuk pelatihan model sedang berlangsung.
Baca Juga Cara Beli Crypto:
Analisis Fundamental
Peran Penting Token AKT dalam Ekosistem Akash Network
- Staking: Meningkatkan keamanan jaringan dan berpartisipasi dalam tata kelola melalui voting.
- Unit pembayaran sewa: Digunakan untuk membayar biaya sewa daya komputasi.
- Patokan penentuan harga pasar: AKT menjadi acuan untuk harga sewa daya komputasi.
Baca Juga: Token AI Melonjak, Sementara Koin Meme Mulai Melempem
Kelebihan Akash Network
- Pasokan token tidak terkunci: Tidak ada tekanan jual besar dari investor dan tim di masa mendatang.
- Rasio staking token tinggi: Menunjukkan kepercayaan komunitas terhadap proyek.
- Terdaftar di Coinbase: Meningkatkan likuiditas dan eksposur di pasar Amerika Serikat.
Baca Juga: 8 Token AI Paling Banyak Dicari di 2024: Investasi Masa Depankah?
Tantangan Akash Network
- Kompetisi sengit: Proyek seperti io.net menawarkan daya komputasi GPU yang lebih besar saat ini.
- Keberlanjutan sumber daya: Akash perlu terus menarik dan mempertahankan penyedia daya komputasi, terutama GPU.
Cek Harga Crypto Hari Ini:
Kesimpulan
Akash Network sebagai pelopor Decentralized Cloud Computing memiliki peluang cemerlang seiring tren peningkatan permintaan AI.
Token ini menawarkan keunggulan dalam hal fundamental dan tokenomics, yang didukung oleh narasi hype seputar AI.
Meskipun menghadapi persaingan ketat, Akash Network berpotensi menjadi pemimpin dalam menyediakan solusi komputasi awan yang efisien dan terjangkau bagi ekosistem Web3.
Cara Beli Crypto di Bittime
Kamu bisa beli dan jual aset crypto dengan cara yang mudah dan aman melalui Bittime. Bittime adalah satu aplikasi kripto terbaik di Indonesia yang sudah resmi terdaftar Bappebti.
Untuk bisa beli aset crypto di Bittime, pastikan kamu telah melakukan registrasi dan menyelesaikan verifikasi identitas. Selain itu, pastikan juga kalau kamu punya saldo yang cukup dengan melakukan deposit sejumlah dana ke wallet. Sekadar informasi, minimal pembelian aset di Bittime adalah Rp10.000. Setelah itu, barulah kamu bisa melakukan pembelian aset crypto di aplikasi. Belajar Panduan Lengkap Cara Beli Crypto di Bittime.
Pantau pergerakan grafik harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL) dan kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Baca Juga:
TAO, RNDR, AKT, EFT: Perbandingan Token AI Terkemuka
Apa Itu Chat AI (AI)? Platform Komunikasi Berbasis AI
Harga Fetch.ai (FET) Naik di Tengah Geliat Token AI
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Bittime tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.