Bittime - Anjloknya harga Bitcoin (BTC) dalam beberapa waktu terakhir disambut waspada oleh raksasa perbankan global, JPMorgan. Mereka mengingatkan bahwa meski harganya terkoreksi, Bitcoin masih berada dalam wilayah "overbought" atau terlalu tinggi.
Analis JPMorgan memperkirakan tekanan jual aset kripto ini akan terus berlanjut seiring dengan semakin dekatnya peristiwa halving, "terutama dengan latar belakang pemosisian yang masih terlihat overbought meskipun terjadi koreksi minggu lalu."
JPMorgan: Bitcoin (BTC) Masih dalam Wilayah Overbought
Dalam sebuah catatan tertanggal Kamis, analis JPMorgan yang dipimpin oleh ahli strategi global Nikolaos Panigirtzoglou, memperingatkan bahwa Bitcoin masih berada dalam "wilayah overbought" meskipun harganya baru saja turun. Hal ini mengindikasikan potensi penurunan harga Bitcoin (BTC) lebih lanjut.
Para analis menjelaskan bahwa mereka mencapai kesimpulan tersebut setelah memeriksa dua metrik: proksi posisi berjangka JPMorgan dan premi harga kontrak berjangka Bitcoin dibandingkan dengan harga spot.
"Kedua metrik tersebut menunjukkan bahwa Bitcoin masih dalam wilayah overbought meskipun terjadi koreksi tajam selama seminggu terakhir," ungkap mereka.
Lebih lanjut, JPMorgan memperingatkan bahwa perlambatan aliran masuk ke exchange-traded fund (ETF) Bitcoin yang baru-baru ini terjadi, menimbulkan keraguan terhadap prediksi optimistis pasar tentang kenaikan harga di akhir tahun.
Sementara harapan sempat tinggi terhadap permintaan berkelanjutan yang dipicu oleh ETF Bitcoin dan peristiwa halving Bitcoin (BTC) mendatang, angka-angka terbaru menunjukkan bahwa aliran dana ke ETF spot mungkin tidak akan sekonsisten yang diantisipasi sebagian pihak.
Setelah berminggu-minggu mengalami peningkatan aliran masuk, 10 ETF Bitcoin spot yang mulai diperdagangkan pada awal Januari lalu justru mengalami outflow atau aliran uang keluar minggu lalu. Hal ini terjadi sementara kepercayaan investasi (trust) Bitcoin milik Grayscale (GBTC) terus mengalami arus keluar yang signifikan.
Sebaliknya, sembilan ETF Bitcoin spot, tidak termasuk GBTC milik Grayscale, berhasil membukukan akumulasi sebesar $1,3 miliar dalam BTC hanya dalam waktu enam hari.
Cek Market Crypto Hari Ini:
Peluang Profit-Taking Menjelang Bitcoin (BTC) Halving
Berkaitan dengan harga Bitcoin di masa depan, analis JPMorgan menambahkan, "Menjelang peristiwa halving, aksi ambil untung (profit-taking) ini lebih mungkin berlanjut, terutama dengan latar belakang pemosisian yang masih terlihat overbought meskipun terjadi koreksi minggu lalu."
Sebelumnya pada bulan lalu, JPMorgan mengeluarkan peringatan bearish, memprediksi penurunan harga Bitcoin (BTC) ke $42.000 setelah peristiwa halving di bulan April.
Bank tersebut juga meremehkan dampak dari halving dan peningkatan Ethereum yang akan datang, dengan alasan bahwa pasar sudah memperhitungkan peristiwa tersebut.
Awal bulan ini, Panigirtzoglou menyatakan, "Tidak realistis untuk mengharapkan Bitcoin bisa menyamai emas dalam portofolio investor dalam jumlah nominal." Sementara itu, CEO JPMorgan, Jamie Dimon, tetap menjadi skeptis kripto, dengan menyatakan pada bulan ini, "Saya pribadi tidak akan pernah membeli Bitcoin."
Sudut Pandang JPMorgan soal Bitcoin (BTC)
Peringatan JPMorgan tentang posisi Bitcoin yang "overbought" perlu dicermati pelaku pasar. Namun, penting untuk dicatat bahwa pandangan lembaga keuangan terhadap kripto seringkali konservatif. Anjloknya harga Bitcoin (BTC) baru-baru ini mungkin mencerminkan koreksi pasar yang wajar setelah reli signifikan di tahun 2021.
Selain itu, prediksi penurunan harga hingga $42.000 pasca-halving perlu dipertimbangkan dengan hati-hati. Peristiwa halving historis Bitcoin justru diikuti dengan kenaikan harga yang signifikan dalam jangka panjang.
Pasar kripto memang dikenal fluktuatif. Investor perlu melakukan riset yang mendalam dan memiliki strategi investasi yang matang sebelum memasuki ranah ini.
Harga Bitcoin BTC/USDT Hari Ini
Sumber: Bittime.com
Pada 25 Maret 2024, harga Bitcoin BTC/USDT berada di level $66.699 per koin, naik 3,70% dalam 24 jam.
Baca Juga Cara Beli Crypto:
Faktor-Faktor Lain yang Perlu Diperhatikan
Di samping analisis JPMorgan, terdapat beberapa faktor lain yang perlu dipertimbangkan dalam mencermati prospek Bitcoin:
1. Sentimen Pasar
Sentimen pasar terhadap Bitcoin saat ini masih terbilang positif. Hal ini terlihat dari tingginya minat investor terhadap ETF Bitcoin, meskipun mengalami perlambatan dalam beberapa minggu terakhir.
2. Adopsi Institusional
Adopsi Bitcoin oleh institusi besar terus meningkat. Hal ini dapat memberikan dampak positif pada harga Bitcoin dalam jangka panjang.
3. Regulasi
Ketidakpastian regulasi masih menjadi salah satu faktor yang menghambat pertumbuhan pasar kripto. Namun, beberapa negara mulai menunjukkan sikap yang lebih terbuka terhadap Bitcoin dan aset kripto lainnya.
4. Perkembangan Teknologi
Perkembangan teknologi blockchain dan aplikasi terdesentralisasi (dApps) dapat mendorong penggunaan Bitcoin dan meningkatkan nilainya.
5. Halving Bitcoin (BTC)
Meskipun JPMorgan memprediksi penurunan harga setelah halving, peristiwa ini dapat memicu kenaikan harga dalam jangka panjang. Halving sebelumnya telah terbukti mendorong kenaikan harga Bitcoin secara signifikan.
Kesimpulan
Meskipun JPMorgan memperingatkan bahwa Bitcoin (BTC) masih "overbought", terdapat beberapa faktor lain yang perlu dipertimbangkan dalam mencermati prospek Bitcoin. Investor perlu melakukan riset yang mendalam dan memiliki strategi investasi yang matang sebelum memasuki ranah kripto yang fluktuatif ini.
Cek Harga Crypto Hari Ini:
Cara Membeli Bitcoin (BTC) di Bittime
Kamu bisa beli dan jual Bitcoin (BTC) dengan cara yang mudah dan aman melalui Bittime. Bittime adalah satu aplikasi kripto terbaik di Indonesia yang sudah resmi terdaftar Bappebti.
Bitcoin (BTC) tersedia di Bittime dengan market pair BTC/IDR. Untuk bisa beli BTC/IDR di Bittime pastikan kamu telah melakukan registrasi dan menyelesaikan verifikasi identitas. Selain itu, pastikan juga kalau kamu punya saldo yang cukup dengan melakukan deposit sejumlah dana ke wallet. Sekadar informasi, minimal pembelian aset di Bittime adalah Rp10.000. Setelah itu, barulah kamu bisa melakukan pembelian aset crypto di aplikasi.
Belajar Panduan lengkap cara beli Bitcoin (BTC) di Bittime.
Pantau pergerakan grafik harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL) dan kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Baca juga:
Harapan dan Keraguan Menyelimuti Persetujuan ETF Ethereum di Bulan Mei, Ini Penjelasannya!
Harga ETH Bakal Ngedump? Whale Kripto Pindahkan 12.000 Ethereum ke CEX!
Revolusi Pembayaran: 5 Kartu Prabayar Tether (USDT) Buka Era Baru Transaksi Keuangan
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset crypto apapun. Perdagangan aset crypto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset crypto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Bittime tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset crypto.
Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.