Bittime - Bitcoin saat ini berjuang untuk pulih setelah penurunan tajam yang membuat harganya mencapai $92.000. Meskipun ada rebound 5%, koin BTC ini tetap berada dalam zona bahaya, dan para investor serta trader masih berada di ujung tanduk.
Dengan lebih dari $800 juta terhapus dari pasar dalam 24 jam terakhir akibat likuidasi, situasi ini menimbulkan pertanyaan besar tentang masa depan harga Bitcoin.
Saat ini, Bitcoin diperdagangkan pada sekitar $97.536 dan mencoba untuk naik lebih tinggi, tetapi menghadapi perlawanan keras pada Moving Average (MA) 200 hari.
Meskipun Relative Strength Index (RSI) menunjukkan tanda-tanda pemulihan, risiko kemunduran masih terlihat besar. Tanpa volume pembelian yang cukup, MA 200 dapat mendorong harga kembali turun, dan jika tekanan jual meningkat, support di $92.000 mungkin tidak akan cukup untuk menahan penurunan lebih lanjut.
Baca juga : Bitcoin Reserve Donald Trump: Rencana Terbaru Presiden AS!
Analisis Level Kritis Bitcoin
Bitcoin saat ini berada pada titik kritis, dengan support sebelumnya di $92.000 yang dibantu oleh MA 50 pada grafik harian. Namun, jika tekanan jual terus meningkat, level support ini bisa saja ditembus.
Indeks Ketakutan dan Keserakahan menunjukkan angka 73, yang menandakan optimisme moderat, tetapi sentimen keseluruhan tetap bearish. Histogram MACD menunjukkan bahwa tekanan jual mulai mereda, tetapi Average Directional Index (ADX) yang turun menjadi 33,62 menambah kekhawatiran.
Jika Bitcoin berkonsolidasi lebih lanjut atau mengalami penurunan, moving average terkecil dapat jatuh di bawah yang tertinggi, memicu kepanikan di kalangan trader. Dalam skenario ini, harga Bitcoin bisa turun hingga $90.000 atau bahkan lebih rendah lagi, yang akan memicu penjualan panik di pasar.
Source : Coinglass
Gelombang Likuidasi dan Dampaknya
Dalam 24 jam terakhir, lebih dari 296.631 trader dilikuidasi, menghapus sekitar $831,74 juta dari pasar. Angka ini menunjukkan bahwa banyak trader jangka panjang mengalami kerugian besar selama empat hari terakhir.
Peta likuidasi menunjukkan bahwa banyak trader masih menempatkan taruhan panjang dengan leverage tinggi pada Bitcoin, yang berisiko tinggi dalam pasar bearish.
Keputusan untuk menggunakan leverage tinggi ini menunjukkan kurangnya pemahaman tentang risiko yang terlibat. Dalam situasi ini, perdagangan short dengan leverage tinggi dapat menciptakan lonjakan harga tiba-tiba saat pasar bergerak untuk melikuidasi posisi dengan manajemen risiko yang buruk.
Volatilitas ini sering terjadi pada periode ketidakpastian, dan dapat menyebabkan pergerakan harga yang tajam.
Baca juga : Prediksi Harga Bitcoin Tahun 2025: Simak Dua Sisi Perspektif Ini
Kesimpulan
Agar Bitcoin dapat mendapatkan kembali stabilitasnya, penting untuk menembus di atas MA 200. Hal ini akan mengurangi sentimen negatif dan mendorong investor baru untuk masuk ke pasar.
Namun, untuk mencapai hal ini, diperlukan peningkatan volume pembelian yang saat ini masih kurang. Jika Bitcoin tetap terjebak dalam zona bahaya ini, penurunan hingga $90.000 bisa terjadi, memicu penjualan panik dan penurunan lebih lanjut pada altcoin.
Bitcoin berada pada titik kritis, dan meskipun menunjukkan tanda-tanda potensi pemulihan, risiko penurunan yang lebih dalam tetap ada. Para trader dan investor harus memperhatikan level-level kunci seperti MA 200 dan memantau volume pembelian dengan cermat. Untuk saat ini, kehati-hatian tetap menjadi strategi terbaik dalam menghadapi ketidakpastian pasar.
FAQ
Apa yang menyebabkan harga Bitcoin turun?
Harga Bitcoin turun akibat tekanan jual yang signifikan di pasar, likuidasi besar-besaran, dan ketidakpastian pasar yang membuat investor ragu. Penurunan ini juga dipicu oleh perlawanan pada level Moving Average (MA) 200 hari.
Apa itu Moving Average (MA) 200 hari dan mengapa penting?
Moving Average (MA) 200 hari adalah indikator teknis yang digunakan untuk menentukan tren jangka panjang. Jika harga Bitcoin dapat menembus di atas MA 200, ini dapat menandakan potensi pemulihan dan mengurangi sentimen negatif di pasar.
Apakah ada kemungkinan harga Bitcoin kembali naik?
Meskipun saat ini harga Bitcoin berada dalam tekanan, ada kemungkinan untuk kembali naik jika volume pembelian meningkat dan Bitcoin berhasil menembus level resistance yang ada. Namun, risiko penurunan lebih lanjut tetap ada jika tekanan jual berlanjut.
Cara Beli Crypto di Bittime
Ingin trading jual beli Bitcoin dan investasi crypto dengan mudah? Bittime siap membantu! Sebagai exchange crypto Indonesia yang terdaftar resmi di Bappebti, Bittime memastikan setiap transaksi aman dan cepat.
Mulai dengan registrasi dan verifikasi identitas, lalu lakukan deposit minimal Rp10.000. Setelah itu, kamu bisa langsung beli aset digital favoritmu!
Cek kurs BTC to IDR, ETH to IDR, SOL to IDR dan aset kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Selain itu, kunjungi Bittime Blog untuk mendapatkan berbagai update menarik dan informasi edukatif seputar dunia crypto. Temukan artikel terpercaya tentang Web3, teknologi blockchain, dan tips investasi aset digital yang dirancang untuk memperkaya pengetahuan kamu dalam dunia kripto.
Referensi
coinpedia.org, Bitcoin Stuck in Danger Zone: Will It Fall to $90K?, diakses 22 Desember 2024.
Penulis: AWW
Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.