Bittime - Bank Indonesia (BI) perlu mencermati perkembangan terkini terkait mata uang digital bank sentral (CBDC). Lembaga keuangan internasional, Bank for International Settlements (BIS), baru saja merilis hasil survei yang menunjukkan minat besar bank sentral di seluruh dunia terhadap CBDC.
Survei yang diikuti 86 bank sentral tersebut mengungkap bahwa 94% di antaranya tengah menjajaki penggunaan CBDC. Laporan berjudul "Embracing Diversity, Advancing Together" ini mendetailkan peningkatan pesat eksperimen dan pilot project CBDC, khususnya yang berfokus pada penggunaan antar lembaga keuangan (wholesale).
Baca juga: Pencurian Cryptocurrency Meningkat: Hampir $19 Miliar Dicuri Sejak 13 Tahun Lalu
Cek Market Crypto Hari Ini:
Temuan ini mengindikasikan sikap hati-hati dan beragam pendekatan yang diambil bank sentral dalam implementasi dan desain CBDC. Beberapa motivasi utama yang melatarbelakangi eksplorasi CBDC oleh bank sentral meliputi:
- Mempertahankan peran uang bank sentral di tengah maraknya mata uang digital swasta.
- Meningkatkan efisiensi pembayaran domestik.
- Mendorong inklusi keuangan.
- Memperbaiki sistem pembayaran lintas batas negara.
CBDC Wholesale Digemari, Bagaimana dengan Retail?
Survei BIS mengungkap peningkatan signifikan proyek CBDC wholesale, terutama di negara-negara maju. Bahkan, kemungkinan penerbitan CBDC wholesale dalam enam tahun ke depan kini lebih tinggi dibandingkan CBDC retail (untuk masyarakat umum).
Para bank sentral tengah meningkatkan kerja sama dengan berbagai pihak terkait untuk menyempurnakan desain CBDC wholesale. Fokus utama pengembangan ini mencakup fitur interoperabilitas (kemudahan berinteraksi) dan kemampuan pemrograman.
Baca Juga Cara Beli Crypto:
Sementara untuk CBDC retail, lebih dari separuh bank sentral yang disurvei mempertimbangkan pembatasan kepemilikan, interoperabilitas dengan sistem pembayaran existing, kemampuan transaksi offline, dan tanpa bunga.
Survei BIS juga menemukan adanya perbedaan preferensi desain antara negara maju dan berkembang. Negara berkembang cenderung lebih tertarik menggunakan teknologi distributed ledger technology (DLT) dan pembatasan transaksi.
Tantangan dan Peluang Penerapan CBDC di Depan Mata
Penerapan CBDC menghadirkan berbagai tantangan dan peluang bagi bank sentral dan sistem keuangan secara keseluruhan. Beberapa di antaranya adalah:
Tantangan:
- Keamanan dan stabilitas: CBDC harus dirancang dengan aman dan tidak mudah diretas. Selain itu, CBDC juga perlu dikelola dengan hati-hati untuk menjaga stabilitas sistem keuangan.
- Interoperabilitas: CBDC perlu dapat berinteraksi dengan sistem pembayaran existing dan mata uang digital lainnya.
- Regulasi: Diperlukan regulasi yang jelas dan komprehensif untuk mengatur CBDC.
- Penerimaan publik: Penting untuk mendapatkan kepercayaan dan penerimaan publik terhadap CBDC.
Peluang:
- Meningkatkan efisiensi dan inklusi keuangan: CBDC dapat membantu meningkatkan efisiensi dan inklusi keuangan dengan menyediakan cara pembayaran yang lebih cepat, murah, dan mudah diakses.
- Mendorong inovasi: CBDC dapat mendorong inovasi dalam sektor keuangan dengan membuka peluang baru untuk produk dan layanan keuangan.
- Memperkuat stabilitas sistem keuangan: CBDC dapat membantu memperkuat stabilitas sistem keuangan dengan menyediakan alat baru untuk mengelola risiko dan menjaga stabilitas moneter.
Peran Penting BI dalam Mempelajari dan Mempertimbangkan Penerapan CBDC di Indonesia
BI perlu proaktif dalam mempelajari dan mempertimbangkan penerapan CBDC di Indonesia. Hal ini penting dilakukan untuk memastikan bahwa Indonesia siap menghadapi era digitalisasi keuangan dan dapat memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh CBDC.
Beberapa langkah yang dapat diambil BI antara lain:
- Melakukan riset dan kajian mendalam tentang CBDC.
- Berkonsultasi dengan para pemangku kepentingan terkait.
- Mengembangkan strategi nasional untuk penerapan CBDC.
- Mempersiapkan infrastruktur dan regulasi yang diperlukan.
Penerapan CBDC di Indonesia perlu dilakukan dengan hati-hati dan terencana. BI perlu mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk dampak terhadap ekonomi, stabilitas sistem keuangan, dan inklusi keuangan.
Dengan persiapan yang matang, CBDC dapat menjadi alat yang bermanfaat untuk meningkatkan efisiensi dan inklusi keuangan di Indonesia.
Cara Beli Crypto di Bittime
Kamu bisa beli dan jual aset crypto dengan cara yang mudah dan aman melalui Bittime. Bittime adalah satu aplikasi kripto terbaik di Indonesia yang sudah resmi terdaftar Bappebti.
Untuk bisa beli aset crypto di Bittime, pastikan kamu telah melakukan registrasi dan menyelesaikan verifikasi identitas. Selain itu, pastikan juga kalau kamu punya saldo yang cukup dengan melakukan deposit sejumlah dana ke wallet. Sekadar informasi, minimal pembelian aset di Bittime adalah Rp10.000. Setelah itu, barulah kamu bisa melakukan pembelian aset crypto di aplikasi.
Pantau pergerakan grafik harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL) dan kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Baca juga:
Game Mobile Berbasis Blockchain Hadir di 2025: Pudgy Penguins Gandeng Mythical Games
Aplikasi Kripto Super, Bermula dari Game Kripto Telegram
BNB Mencapai ATH, Dorong Repricing di Ekosistem BNB
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Bittime tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.