Bittime - 5 Kemitraan CBDC Ripple terungkap, siapa saja? Informasi penting ini diungkap langsung oleh CEO Ripple baru-baru ini.
Terwujudnya kemitraan CBDC Ripple ini bisa jadi adalah penanda gelombang baru terhadap pertumbuhan Ripple di masa mendatang.
Kemitraan CBDC Ripple Terungkap
CEO Ripple, Brad Garlinghouse, telah mencapai tonggak penting dalam industri blockchain dan mata uang digital dengan mengumumkan kerja sama dengan 5 pemerintah untuk mengembangkan Mata Uang Digital Bank Sentral (CBDC).
Inisiatif ini bertujuan untuk menggunakan teknologi blockchain Ripple dalam pembuatan dan pengelolaan mata uang digital resmi dari pemerintah.
Baca Juga: ALEX Lab Laporkan Insiden Keamanan: Saldo On-Chain Penyerang Sekitar 5,56 Juta STX
Hal ini menandai kemajuan signifikan dalam integrasi solusi kripto dengan sistem perbankan tradisional.
"Ripple telah berkolaborasi dan berinvestasi dengan sekitar 5 pemerintah yang berbeda di seluruh dunia untuk menciptakan mata uang digital bank sentral. Dalam konteks ini, mata uang digital bank sentral adalah stablecoin yang dikeluarkan langsung oleh pemerintah," ungkap Garlinghouse.
Setiap kemitraan yang diumumkan menunjukkan pendekatan yang unik dalam menerapkan teknologi blockchain untuk memenuhi kebutuhan dan situasi nasional masing-masing.
Cek Market Crypto Hari Ini:
5 Kemitraan CBDC Ripple yang Diungkap
Pernyataan Garlinghouse mengenai kemitraan CBDC Ripple menjadi preseden positif terhadap kolaborasi antara pemerintah yang kukuh pada sentralisasi dengan kripto yang menjunjung asas desentralisasi.
Kiranya kemitraan CBDC Ripple akan menghasilkan paradigma baru terhadap perkembangan kripto di masa depan.
Namun, masih santer anggapan bahwa Ripple mendukung adanya CBDC. Meski demikian, berikut adalah 5 negara yang terlibat dalam kemitraan CBDC dengan Ripple.
1. Bhutan
Pada September 2021, Ripple bekerja sama dengan Otoritas Moneter Kerajaan Bhutan untuk memulai CBDC di negara tersebut.
Kerjasama ini bertujuan untuk memperbaiki sistem pembayaran digital dan transaksi lintas batas, serta meningkatkan inklusi keuangan di Bhutan.
Proyek ini direncanakan akan menggunakan teknologi Ripple untuk memanfaatkan infrastruktur XRP Ledger yang sudah ada, yang terkenal karena konsumsi energi yang rendah dan skalabilitasnya.
Baca Juga Cara Beli Crypto:
2. Republik Palau
Ripple dan Republik Palau memulai kemitraan pada bulan November 2021 untuk mengeksplorasi pengembangan mata uang digital yang ramah lingkungan, yang mungkin lebih mirip stablecoin yang didukung oleh USD daripada CBDC konvensional.
Kemitraan ini difokuskan pada penciptaan solusi alternatif yang sesuai dengan prinsip-prinsip lingkungan dan kebutuhan ekonomi negara.
Inisiatif tersebut mencerminkan upaya untuk memahami bagaimana teknologi blockchain bisa mendukung pembangunan keuangan yang berkelanjutan.
Baca Juga: Airdrop ULTI, Panduan Lengkap Klaim Hadiah Gratis
3. Montenegro
Pada bulan April 2023, Ripple mengumumkan kerjasama dengan Bank Sentral Montenegro untuk mendukung peluncuran CBDC.
Tujuan proyek ini mencakup evaluasi teknologi blockchain dan analisis potensi serta risiko mata uang digital.
Kemitraan Ripple dengan Montenegro juga dimaksudkan untuk meningkatkan inklusi keuangan dan modernisasi kebijakan moneter dalam negeri.
4. Georgia
Kerjasama antara Ripple dan Bank Nasional Georgia, yang diumumkan pada tahun 2023, fokus pada uji coba Digital Lari.
Tujuan dari kolaborasi adalah untuk menguji implementasi teknologi CBDC Ripple guna meningkatkan efisiensi, keamanan, dan inklusivitas sektor publik dan keuangan di Georgia.
Langkah ini menunjukkan kemajuan penting bagi Georgia dalam mengeksplorasi potensi transformasional blockchain untuk pembangunan ekonomi.
Cek Harga Crypto Hari Ini:
5. Kolombia
Pada Juni 2023, Ripple bermitra dengan Banco de la República (bank sentral Kolombia) untuk mengeksplorasi penggunaan teknologi blockchain dalam meningkatkan sistem pembayaran bernilai tinggi di negara tersebut.
Kemitraan ini merupakan bagian dari program uji coba yang lebih luas yang dipimpin oleh Kementerian Teknologi Informasi dan Komunikasi (MinTIC) Kolombia, yang bertujuan untuk mengedukasi entitas publik tentang manfaat blockchain.
Kerjasama tersebut juga bertujuan untuk mengembangkan solusi yang dapat secara signifikan meningkatkan transparansi dan efisiensi transaksi bernilai tinggi di Kolombia.
Cara Beli Crypto di Bittime
Kamu bisa beli dan jual aset crypto dengan cara yang mudah dan aman melalui Bittime. Bittime adalah satu aplikasi kripto terbaik di Indonesia yang sudah resmi terdaftar Bappebti.
Untuk bisa beli aset crypto di Bittime, pastikan kamu telah melakukan registrasi dan menyelesaikan verifikasi identitas. Selain itu, pastikan juga kalau kamu punya saldo yang cukup dengan melakukan deposit sejumlah dana ke wallet. Sekadar informasi, minimal pembelian aset di Bittime adalah Rp10.000. Setelah itu, barulah kamu bisa melakukan pembelian aset crypto di aplikasi.
Pantau pergerakan grafik harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL) dan kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Baca Juga:
LayerZero Siap Guncang Dunia Crypto dengan Pengumuman Besar Token $ZRO!
3 Alasan Kuat Bitcoin (BTC) Melesat Menuju $70.000 di Minggu Ini
Bot Sandwich Solana Raup Rp432 Miliar! Waspada Serangan MEV di Jaringan Blockchain
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Bittime tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.